Penderita Tembus 600 Kasus, Mimika Jadi Zona Merah, Siap Hadapi Fase Terburuk

by -

Timika, fajarpapua.com

Tim Gugus Tugas Covid 19 merilis hingga Minggu malam, jumlah penderita Covid 19 di Kabupaten Mimika sudah menembus angka 600 kasus, dimana 108 diantaranya kasus aktif.

Penambahan kasus baru setiap harinya cukup signifikan, jauh melebihi pasien yang sembuh. Namun, meskipun Mimika memasuki fase-fase tersulit, dana Covid 19 senilai Rp 200 miliar lebih sudah habis terpakai.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob S.Sos, MM ketika dikonfirmasi Fajar Papua, Minggu (9/8) di Gereja Sempan mengatakan, melihat perkembangan kasus Covid 19 di Timika sudah termasuk tinggi dibanding jumlah penduduk 500 ribu.

“Angka reproduksi kita naik menjadi 1,8 dari sebelumnya nol koma sekian, berarti signal ini sangat tidak bagus,” ujarnya.

Dia mengaku selalu mengikuti laporan perkembangan kasus dimana pasien sembuh lebih kecil dibanding temuan kasus baru.

“Belakangan ini hampir setiap hari sembuh 1 atau 2 orang, tapi tambahan positif 4,5 sampai 7 kasus. Pada titik ini kita harus mewaspadai gelombang kedua,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Dua Warga Papua di 2 Kabupaten Meninggal Akibat Covid 19

Dikatakan, Mimika memasuki era normal hanya masuk dalam tatanan baru, namun perilaku masyarakat tetap mengikuti pola lama

“Apakah kita lihat masyarakat masuk dalam kategori tatanan baru ternyata tidak. Kita lihat saja protokol penerapan covid sama sekali diabaikan. Yang normal aktivitas ekonomi seperti biasa, semestinya protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Yang terjadi sekarang sebaliknya masyarakat ke mana-mana tanpa pakai masker, sudah tidak jaga jarak,” katanya.

Selain itu, lanjut Wabup JR, saat ini masyarakat sudah bebas berkumpul, menggelar acara pernikahan, dan upacara orang meninggal.

“Saya berharap Pokja yang sudah dibentuk bisa merumuskan regulasi yang diikuti konsekuensi hukum sehingga aturan benar-benar memberi efek. Lagipula sekarang pengawasan dari tim covid sudah mulai kendor,” ujarnya.

Hal lain yang akan diterapkan, semua penumpang yang masuk Mimika wajib dirapid. Selama ini hanya diambil sampel, akibatnya ada penumpang yang positif bisa saja lolos. “Penerbangan tetap jalan, tapi penumpang tetap diwaspadai,” ujarnya.(boy)