Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Keluarga Bingung, Siapa yang Hidupi 9 Anak yang Bapa Ibunya Meninggal di SP 1 ?

IMG-20200810-WA0039
IMG-20200810-WA0039Foto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca6 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com
Keluarga korban pasangan suami istri yang meninggal dunia diduga akibat keracunan minuman keras (Miras) di Kampung Kamoro Jaya (SP 1) Nasarius Labetubun dan Neventina Fatubun, mengaku bingung siapa yang akan membesarkan enam dari 9 anak pasangan yang meninggal tersebut.

"Kami bingung karena anak-anak ini masih kecil, kembaran dua orang terakhir itu baru berumur lima tahun. Apalagi keadaan sekarang ekonomi susah, tambah bingung setelah bos almarhum sudah ditahan, padahal selama 20 tahun ini bos yang kasih makan minum mereka. Tidak mungkin bos mau bunuh mereka," ungkap kakak dan adik kandung korban, Matias Fatubun dan Mersi Fatubun ketika menghubungi Fajar Papua melalui sambungan telepon seluler, Jumat (14/8) pagi.

Keduanya menegaskan, keluarga Nasarius dan Neventina tidak pernah menuduh siapapun yang menjadi dalang kematian korban.

"Karena asal miras dari mana itu tidak tahu. Kami sudah sepakat masalah ini diselesaikan secara adat. Karena kami juga pikir kalau ngotot kecuali ada barang bukti yang bisa kita tuduh ke satu orang," ujar Matias.

Sedangkan Mersi mengemukakan, dengan penetapan bos almarhum sebagai tersangka membuat keluarga semakin bingung siapa yang membiayai 6 dari sembilan anak yang sudah jadi yatim piatu tersebut.

"Karena 20 tahun ini bos (TT) yang hidupi keluarga ini. Nah sekarang kalau bos jadi tersangka lalu siapa lagi yang kasih makan mereka? Karena bos sudah janji mau hidupi anak-anak ini. Lagian tidak jelas juga miras itu mereka beli dimana, karena dari sembilan orang yang minum hanya suami istri yang meninggal. Kami keluarga tidak mau menyusahkan siapapun, dan kami tahu ini sudah takdir untuk ipar dan saudari kami," papar Mersi.

Pasangan suami istri yang meninggal dunia di Kampung Kamoro Jaya (SP 1) Timika diduga akibat keracunan minuman keras sudah dimakamkan secara bersamaan di samping rumah duka pukul 14.30 WIT, Senin (10/8).

Nasarius Labetubun meninggal di RSUD Mimika pada Minggu (9/8), sedangkan istrinya Neventina Fatubun meninggal dunia Senin (10/8). Keduanya dimakamkan berdampingan.

Yang miris dari peristiwa itu, Nasarius dan Neventina meninggalkan sembilan orang anak, hanya tiga anak yang sudah menikah, sedangkan 6 orang lainnya masih berusia remaja dan bocah.

"Kami keluarga masih fokus selesai kedukaan baru bicara tentang anak-anak. Sekarang anak-anak masih di rumah duka," ungkap Edo Wenehen.

Dikatakan, dari sembilan anak almarhum, perempuan yang sulung sudah menikah, sedangkan anak kedua baru saja tamat SMA, anak yang lain masih SD dan belum sekolah.

"Yang laki-laki satu tinggal di rumah neneknya di Tual, kalau yang lain di Timika," ucapnya.

Anak keenam dan ketujuh kembaran, begitupula kedelapan dan sembilan juga kembaran. Usia mereka masih kecil belum sekolah.

"Kami benar-benar berduka, kasihan anaknya. Semua masih kecil-kecil," tutur Edo.(boy)