Lewati ke konten utama

Tembagapura Diisolasi, Jubir Freeport Sayangkan Aksi Karyawan Blokade Jalan

fajar PapuaPenulis
15.37 WIT3 menit baca17 dibaca
Riza-Pratama
Riza-PratamaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Yonpis menuturkan, Tembagapura cukup tinggi kasus pelecehan seksual, cukup banyak karyawan yang depresi. Hal ini disebabkan karena sudah sekian lama mereka tidak pernah turun kunjungi keluarga di Timika.

"Kegiatan sehari-hari hanya kerja, kerja dan kerja. Kalau off hanya di mess saja istirahat. Kondisi seperti ini bagaiamana karyawan tidak stress? depresi, bahkan lakukan kegiatan-kegiatan yang tidak terpuji. Konsentrasi dan semangat kerja sangat terganggu, dan sebaiknya manajemen dapat memberikan fasilitas bus sehingga mereka bisa turun ke Timika," tukasnya.

Perusahaan pada masa pandemi Covid 19 sudah mendatangkan tenaga medis baik dokter, perawat dari luar. Perusahaan juga mendatangkan psikolog untuk menangani karyawan yang mengalami depresi dan stress.

Untuk yang mau turun cuti, karyawan harus mengikuti PCR. "Kami minta manajemen tolong berkoordinasi dengan pemerintah yang punya wilayah agar karyawan tidak susah sampai di rumah mereka di Timika," tukasnya.(mar)

Topik
Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.