Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Soal Video Mesum dan Judi Togel di Timika, Praktisi Hukum Minta Aparat Serius

Pengacara
PengacaraFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com
Sejumlah warga Timika meminta aparat keamanan serius dalam penegakkan hukum (Law Inforcement).

"Kalau mau rakyat percaya, hukum harus ditegakkan. Seperti pelaku penyebaran video porno, judi togel dan miras. Rakyat masih menunggu apakah aparat serius atau hanya sekedar," tukas pengacara yang juga praktisi hukum, Yosep Temorubun SH, menanggapi pemberitaan Fajar Papua edisi Minggu.

Ia mengaku sedang mengamati jalannya proses hukum kasus video mesum. Walaupun demikian ia meyakini ketegasan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam menegakkan hukum positif.

"Pak Waterpauw itu calon pemimpin Papua terbaik. Saya sangat yakin beliau akan menunjukkan kredibilitasnya sebagai pelopor penegakkan hukum, sesuai basisnya anggota Polri," tandasnya.

Sedangkan terkait judi togel, Yosep menyayangkan adanya aksi 'petak umpet' dalam penegakkan hukum.

"Ketika ada pejabat dari Jakarta datang ke Timika, togel dan miras tutup, ketika pejabat pulang, dibuka lagi. Ini sama saja memberi pelajaran hukum yang kurang baik terhadap warga," tukasnya.

Seorang penjual togel, Mama M, mengaku selalu disampaikan via SMS jika ada pejabat pusat datang.

"Kami disampaikan tiga atau dua hari sebelumnya supaya tutup. Nanti kalau sudah pulang buka lagi," ujarnya polos.

Ada pemandangan yang cukup aneh pada Sabtu (29/8) kemarin.
Bagaimana tidak, para penjual Toto Gelap alias Togel serta minuman keras dibeberapa titik kios yang biasanya ramai dikunjungi pelanggan, pada sore hingga malam terlihat tiada aktivitas.

Fajarpapua.com yang mencoba menelusuri beberapa tempat jualan Togel mendapati fakta bahwa seluruh tempat jualan Togel menutup operasinya.
Pertama, kios Togel yang berada di Jalan Belibis yang biasanya beroperasi hingga pukul 00.00 WIT dinihari terlihat sudah tutup sejak pagi hari.

Bahkan kios Togel yang hanya terdiri dari meja dan kursi kayu yang biasanya pada pukul 19.00 WIT ramai didatangi pembeli Togel terlihat gelap gulita.

Begitu juga, kios Togel disekitar Timika Indah juga terlihat tertutup. Bahkan pintu kios yang berada di Jalan Restu juga terlihat dikunci menggunakan rantai bergembok.
Hal yang sama juga terlihat di Jalan Serui Mekar. Kios Togel yang terletak di pinggir jalan utama tersebut terlihat sepi.

Suasana sepi juga fajarpapua.com temui di Jalan Pendidikan Jalur 7. Dimana, salah satu kios yang diduga menjual Togel juga terlihat sepi aktivitas.

Hal yang sama ditemui di Lorong Togel disekitar Pasar Lama Timika. Lorong yang konon katanya menjadi pusat peredaran Togel di Timika juga terlihat sepi.
Sementara disalahsatu lorong di Jalan Sam Ratulangi, fajarpapua.com melihat satu kendaraan roda dua terparkir di kios yang terbuat dari seng dan kayu. Meski, demikian saat ditengok tidak ada aktivitas jual beli Togel, meski terlihat angka-angka rumusan yang tertempel di dinding.
Hal yang sama juga terlihat di Jalan Irigasi (Arena Lama), diseputaran Pasar Sentral Timika, Jalan Baru dan beberapa titik ruas Jalan Achmad Yani.

Demikian juga disejumlah kios yang selama ini jualan minuman keras baik merek maupun sopi atau oplosan yang terletak di Jalan Pendidikan, Jalan Bougenville, Jalan Gorong-gorong dan lainnya. Namun ada indikasi, penjualan Miras tetap berlangsung dengan modus operandi yang berbeda.
Dugaan ini karena masih ditemui orang dalam pengaruh minuman keras diseputaran Timika.

Tidak beroperasinya penjualan Togel dan Miras ini diduga terkait dengan kunjungan Kapolri dan Panglima TNI ke Timika.
Kondisi ini menurut beberapa sumber memang sering terjadi jika ada pejabat TNI dan Polri dari pusat yang berkunjung ke Timika.(red/mas)