Jayapura, fajarpapua.com – Proses identifikasi korban ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor masih terus berlangsung.
Hingga Kamis (4/6), Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Papua belum berhasil mengungkap seluruh identitas korban, sementara tiga warga lainnya masih belum ditemukan.
Polda Papua bersama tim gabungan saat ini terus melakukan penyisiran dan pencarian di sekitar lokasi ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 tersebut.
Fokus utama penanganan tidak hanya pada pencarian korban hilang, tetapi juga pengumpulan barang bukti untuk memastikan penyebab ledakan secara ilmiah.
Kabid Humas Polda Papua, Cahyo Sukarnito, mengatakan tim gabungan yang terdiri dari personel Gegana Brimob melalui Unit Jibom, Tim Olah TKP, Bidlabfor, unsur TNI, Basarnas, serta instansi terkait telah menemukan sejumlah benda yang diduga berkaitan dengan ledakan maut tersebut.
“Beberapa barang yang ditemukan telah dilakukan pengujian sampel awal di lokasi kejadian, sementara sebagian lainnya dibawa ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh Bidlabfor Polda Papua,” ujar Cahyo.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari scientific investigation dan scientific identification guna mengungkap secara menyeluruh penyebab ledakan yang menewaskan enam warga tersebut.
Dalam proses pencarian, tim gabungan juga menemukan sejumlah potongan tubuh korban di sekitar titik ledakan.
Namun hingga kini, proses identifikasi masih mengalami kendala sehingga identitas seluruh korban belum dapat dipastikan.
Untuk mempercepat proses identifikasi, Polda Papua memberangkatkan Tim DVI dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) ke Biak Numfor.
“Tim DVI diterjunkan untuk membantu proses identifikasi terhadap potongan tubuh yang ditemukan di lokasi kejadian sehingga identitas korban dapat diketahui secara akurat dan ilmiah,” jelasnya.
Sementara itu, tiga korban lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Tim gabungan terus memperluas radius pencarian hingga mencapai 3 kilometer dari pusat ledakan dengan melibatkan personel TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, komunitas nelayan, hingga relawan masyarakat setempat.
Selain penanganan forensik dan pencarian korban, Polres Biak Numfor juga melakukan trauma healing bagi warga terdampak, khususnya anak-anak yang masih mengalami trauma pasca ledakan.
Kegiatan trauma healing dipimpin Wakapolres Biak Numfor dengan melibatkan personel Polwan, Bhayangkari, tenaga kesehatan, serta stakeholder terkait di lokasi pengungsian yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.
Polda Papua berharap seluruh proses pencarian korban, identifikasi forensik, dan pemeriksaan laboratorium dapat segera membuahkan hasil agar keluarga korban memperoleh kepastian.
“Kami berharap seluruh tim yang bekerja di lapangan maupun yang mendukung dari aspek forensik dapat memberikan hasil terbaik sehingga penyebab ledakan dan seluruh dampak yang ditimbulkannya dapat diketahui secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tutup Cahyo. (hsb)

