Yahukimo, fajarpapua.com – Seorang ibu hamil di Distrik Panggema, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tidak sempat mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kondisi ini terjadi akibat terkendalanya akses transportasi udara menuju fasilitas kesehatan yang memiliki layanan lebih memadai.
Informasi mengenai peristiwa tersebut beredar melalui unggahan akun Facebook Marthen Aliknoe dan turut dibagikan oleh sejumlah akun media sosial, termasuk An Michael dan Info Jayapura.
Dalam unggahan yang diperoleh fajarpapua.com, Minggu (12/7) disebutkan bahwa keluarga bersama tenaga kesehatan setempat telah berupaya mencari bantuan evakuasi medis melalui sejumlah operator penerbangan, termasuk Heli Vida Wamena.
Namun, upaya tersebut dilaporkan belum membuahkan hasil karena layanan penerbangan menuju wilayah tersebut masih dihentikan sementara menyusul situasi keamanan pascainsiden pembakaran pesawat AMA dan pembunuhan terhadap seorang pilot yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Yahukimo.
Akibatnya, proses rujukan medis tidak dapat dilaksanakan mengingat tidak ada satupun operator penerbangan yang berani melayani akibat tidak adanya jaminan keamanan pasca meninggalnya Pilot Capt. Nicholas F Gosselin.
Kondisi tersebut menyebabkan ibu hamil yang disebut dalam unggahan bernama Nehe tidak sempat memperoleh penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan pelayanan persalinan lebih lengkap.
Nyawanya pun dilaporkan tidak berhasil diselamatkan.
Peristiwa ini kembali menyoroti tantangan besar pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Papua.
Di banyak distrik pegunungan, transportasi udara menjadi satu-satunya akses untuk merujuk pasien dalam kondisi darurat.
Ketika operasional penerbangan terganggu akibat situasi keamanan, masyarakat sipil yang membutuhkan pertolongan medis cepat menjadi pihak yang paling terdampak.
Unggahan yang beredar juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhumah serta berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, dan Pemerintah Kabupaten Yahukimo dapat segera menghadirkan solusi agar pelayanan kesehatan dan evakuasi medis tetap dapat dilakukan meski dalam kondisi darurat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Dinas Kesehatan, maupun pihak operator penerbangan terkait kronologi meninggalnya pasien serta status penghentian layanan penerbangan di Distrik Panggema. ( mas)









