Merauke, fajarpapua.com – Operasi pencarian terhadap Abdul Rozaq (29), korban yang diduga terjatuh ke Sungai Maro, Merauke, akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat pencarian.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (5/7) dini hari setelah diduga terjatuh dari dermaga saat hendak menuju toilet.
Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian intensif dengan menyisir aliran Sungai Maro.
Memasuki hari keempat operasi, pencarian dimulai sejak pukul 06.00 WIT dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), SRU 2 menggunakan speed boat, dan SRU 3 menggunakan perahu karet untuk menyisir wilayah hulu maupun hilir Sungai Maro secara bersamaan.
Dalam kondisi cuaca cerah berawan, penyisiran dilakukan hingga siang hari. Namun, hingga pukul 12.00 WIT, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Titik terang muncul pada pukul 12.50 WIT setelah Tim SAR Gabungan menerima informasi dari warga yang melaporkan adanya penemuan sesosok jasad di Sungai Maro.
Menindaklanjuti laporan tersebut, seluruh personel segera bergerak menuju lokasi.
Sekitar pukul 13.45 WIT, tim memastikan jasad yang ditemukan adalah Abdul Rozaq.
Korban ditemukan sekitar 9,95 kilometer ke arah hulu Sungai Maro dari lokasi awal kejadian.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi menuju rumah sakit terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Setelah proses evakuasi selesai, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 14.57 WIT.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat atas kerja sama dan dedikasi selama empat hari pelaksanaan operasi.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, KODAERAL XI Merauke, SATROL KODAERAL XI Merauke, Polair Merauke, Bakamla Merauke, ABK KM Lyly 03, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian. (red)









