Timika, fajarpapua.com – Kekejaman yang dipertontonkan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) terus berlanjut.
Melalui juru bicara Sebby Sambom, separatis kemerdekaan Papua itu mengklaim telah menewaskan tiga orang yang disebut sebagai agen intelijen militer Indonesia dalam operasi gabungan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Kepada awak media, Selasa (21/7/2026), Sebby mengatakan, operasi dilakukan pasukan Kodap XVI Yahukimo bersama Kodap III Ndugama-Derakma Batalyon Wosem pada 20-21 Juli 2026.
TPNPB mengklaim ketiga korban merupakan warga asli Papua yang dituding terlibat sebagai agen intelijen militer Indonesia. Kelompok tersebut juga menyatakan siap bertanggung jawab atas tindakan yang mereka lakukan.
Selain itu, TPNPB mengklaim telah menembak mati seorang anggota Brimob, Brigpol FLA pada Senin (20/7/2026).
Sebby menyampaikan peringatan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas jaringan intelijen militer Indonesia di wilayah Yahukimo.
"Kami tiga segan-segan membunuh siapapun yang membantu militer Indonsia," ancamnya.
Ia juga mengeluarkan ancaman terhadap penggunaan pesawat sipil untuk kepentingan operasi militer. Kelompok itu meminta proses evakuasi personel maupun logistik militer dilakukan menggunakan pesawat atau helikopter militer.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polri maupun TNI terkait seluruh klaim yang disampaikan TPNPB, termasuk mengenai identitas tiga korban warga sipil.(red)















