BERITA UTAMApinpost

Usai Pengumuman Hasil Test CPNS, Massa Rusak Kantor Bupati dan Bakar OPD di Keerom

pngtree vector tick icon png image 1025736
4
×

Usai Pengumuman Hasil Test CPNS, Massa Rusak Kantor Bupati dan Bakar OPD di Keerom

Share this article
CPNS Keerom
Massa membakar sejumlah fasilitas pemerintahan.

Jayapura, fajarpapua.com
Kurang lebih 250 orang massa pada Kamis (1/10) sekitar pukul 16.16 Wit, melakukan aksi pengerusakan Kantor Bupati Keerom dan pembakaran sejumlah kantor OPD. Massa tidak terima hasil pengumuman CPNS Formasi 2018.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal dalam rilis yang diterima Fajar Papua, Kamis malam menerangkan, massa bertindak anarkis dengan melempari kaca bangunan Kantor Bupati menggunakan batu.

Melihat aksi semakin beringas, anggota gabungan BKO Brimob Polda Papua bersama anggota Polres Keerom mengeluarkan tembakan peringatan ke udara serta menembakan gas air mata agar massa membubarkan diri.

Tidak hanya itu, polisi juga menyemprot menggunakan mobil Water Canon Polres Keerom memukul mundur dan melerai massa yang melakukan pengerusakan.

Pukul 16:45 Wit, selain melakukan pengeruskan kantor Bupati, massa juga melakukan pembakaran yang menyebabkan seluruh bangunan Kantor Disnaker, Kantor PMK hangus terbakar.

Pukul 17:22 Wit, gabungan anggota BKO Brimob Kotaraja bersama personil Polres Keerom kembali mengeluarkan tembakan peringatan serta mengeluarkan tembakan gas air mata untuk memukul mundur massa.

Dijelaskan, pihaknya menambah bantuan pengamanan BKO Polda Papua 1 SSK (Brimob Polda dan Sabara Polda Papua ), negoisasi dengan para tokoh, mendata jumlah kerusakan akibat kejadian tersebut.

Kombes Musthofa mengatakan, saat ini situasi dapat dikendalikan aparat keamanan dan anggota masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Kondisi kaca Kantor Bupati Keerom pecah akibat lemparan batu, sementara Kantor Disnaker dan Kantor PMK hangus terbakar.

Jalan Trans Papua yang sempat dipalang massa sudah dibuka kembali. “Kami meminta warga lainnya untuk dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dengan adanya kejadian saat ini,” ujarnya.(boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *