Info Terkini, Sudah 3.000 Warga Mimika Terpapar Covid 19, yang Meninggal Dunia Sebanyak

by -
Reynold Ubra
Reynold Ubra

“Selagi masyarakat tidak perduli dengan penerapan protokol COVID, maka kasus akan naik terus,” kata Reynold.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan sebagian besar pasien COVID-19 ditemukan saat mereka memeriksakan diri ke rumah sakit atau Puskesmas dalam kondisi sudah merasakan gejala ringan hingga gejala berat.

Kondisi berbeda di saat awal masa pandemi COVID-19 hingga Oktober lalu dimana sebagian besar pasien terduga terpapar COVID-19 ditemukan melalui hasil penelusuran kontak dari kasus-kasus sebelumnya.

“Dulu saat kegiatan tracing kontak dilakukan secara masif, kebanyakan yang ditemukan itu pasien positif COVID-19 tanpa gejala. Tapi sekarang ini rata-rata yang ditemukan di rumah sakit ataupun Puskesmas mereka yang sudah punya gejala,” ujarnya.

Hingga saat ini Mimika masih memberlakukan kebijakan siaga darurat dan status adaptasi kebiasaan baru lantaran masih ditemukan penularan COVID-19 di tengah-tengah lingkungan warga.

BACA JUGA:  Lockdown Papua 28 Hari, Semua Akses Udara dan Laut akan Ditutup, Kecuali Atlet PON XX dan Peparnas XVI

Sayangnya, meski masih terus terjadi penularan COVID-19, namun aktivitas warga di Kota Timika kini nyaris berlangsung selama 24 jam tanpa ada pembatasan sebagaimana terjadi pada bulan April hingga Juli lalu.

“Aturan yang membatasi aktivitas warga hanya sampai jam 9 malam sampai sekarang belum dicabut. Tapi ironisnya kehidupan masyarakat di Kabupaten Mimika sekarang ini hampir praktis sudah 24 jam, seolah-olah pembatasan itu tidak ada lagi. Ini menjadi catatan penting untuk Tim Gugus Tugas COVID-19 Mimika,” kata Wabup John Rettob.(ant)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250