Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

TD Aeromodelling Rekomendasikan Proyek Venue SP 5 dan Stadion Wania Mimika Dipercepat

TD Aeromodelling Agung Surya Dewanto dan Sekretaris KONI Mimika Avianto Cesar Tunya
TD Aeromodelling Agung Surya Dewanto dan Sekretaris KONI Mimika Avianto Cesar TunyaFoto / MIMIKA
Redaksi4 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Technical Delegate (TD) Aeromodelling, Agung Surya Dewanto merekomendasikan pembangunan fasilitas aeromodelling di venue yang ada di SP 5, Kampung Limau Asri, dan venue Stadion Wania SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya agar pekerjaan dapat dilanjutkan dan dipercepat sesuai petunjuk TD.

Untuk pembangunan venue SP 5, ada dua rekomendasi yang disampaikan Agung Surya adalah pembangunan bangunan utama dan pembuatan venue pertandingan F2C. Hal ini harap dilanjutkan sesuai rekomendasi sebelumnya yakni pada Februari lalu.

Kedua, pembukaan lahan pengurukan lahan di SP5 baru terlaksana 30 persen sehingga segera melakukan pembukaan dan pengurukan lahan sesuai rekomendasi Februari lalu.

Kemudian untuk venue Stadion Wania SP 1, rekomendasi adalah pertama melanjutkan renovasi dan pekerjaan stadion dan pagar sesuai dengan rekomendasi Februari lalu.

Kedua mengganti tanah dan menanam ulang rumput (rumput lapangan sepak bola) yang akan dipergunakan sebagai venue aeromodelling.

Rekomendasi, kata Agung Surya, mohon ditindaklanjuti oleh PB PON Papua, dan Sub PB PON Mimika, agar pekerjaan dapat berjalan baik dan dapat diselesaikan tepat waktu.

Sesuai jadwal diperkirakan Juni 2021 akan dilakukan test ivent sehingga pekerjaan diharapkan Februari dua venue ini sudah selesai.

“Kemarin saya baru turun dari Surabaya, dan langsung tinjau venue aeromodelling. Untuk venue SP 5 ada perkembangan sudah terjadi dan sesuai rekomendasi TD dan lahan sudah diuruk. Sudah ada bangunan dan sudah jadi 60 persen. Ada Lapangan untuk pertandingan F2C, F3R. Di lokasi yang luas sekali menurut rencana akan bertandingan 10 nomor pertandingan dari Cabor aeromodelling,” kata Agung Surya.

Untuk Stadion Wania SP 1, jelas Agung akan dipertandingkan nomor F2Ccombat, dimana pesawat diikat tali dan berputar-putar. Ada juga juga nomor lomba yang unik dan baru yang dipertandingkan di venue Stadion SP 1. Seluruh venue akan dipasang hambatan - hambatan atau rintangan-rintangan digunakan F3U sebagai tempat balapan.

Setelah survei stadion hampir 80 persen memenuhi persyaratan tapi hambatan masih ada genangan air. Ini saat disurvei pada Februari lalu.

"Saat ini sudah direhab dan fasilitasnya memenuhi syarat. Memang masih ada kekurangan kekurangan, lapangannya becek, lembek. Memang sebelumnya digunakan untuk pertandingan sepak bola, sehingga rumput-rumput rusak. Direkomendasikan ganti tanahnya dan tanam rumput baru dengan standar rumput sepak bola," tukasnya.

“Sekarang sudah rapi, indah, ada tambahan ruangan-ruangan, toilet, tribunnya sudah bagus. Perbaikan harus 100 persen. Dan rumput saat ini tidak layak pertandingan aeromodelling,” terang Agung.

Lebuh lanjut dia menjelaskan secara umum sudah ada pekerjaan, sedangkan penambahan luas lapangan belum dilakukan. Disisi barat harus ditambah 150 meter ditimbun dan diuruk, disebelah selatan dan utara masing-masing 100 meter juga belum ditambah.

Kondisi saat ini pengurukan belum terjadi, untuk itu segera dilakukan pembangunan, dan menurut estimasi sudah selesai sehingga bulan Juni 20212 akan direncanakan eksebishi percobaan lapangan di dua venue tersebut.

Pengurus Cabor Aeromodelling akan mengundang atlit-atlit aeromodelling datang test venue di Timika.

Sedangkan pekerjaan lapangan F2C sedang diaspal, saat ini pekerjaan pengaspalan hampir 91 persen, tapi fasilitas pendukungnya belum.

"Sedangkan runway di tengah lapangan akan dibuat layout F3R. Pesawat balapan dan pesawat akan mutar-mutar dan siapa yang paling cepat dia juara," ujarnya.

Untuk Wania SP 1 saat disurvey saat Ferbruari lalu, ada banyak tumbuhan liar hampir sebagian stadion ditutupi tumbuhan rumput liar.

Bangunan juga belum memenuhi syarat. Bahkan dirinya sudah merekomendasikan untuk dikerjakan secepatnya mengingat PON sudah semakin dekat.

"Ini lapangan F2D, kondisi diameter 50 meter menggunakan rumput paling halus seperti rumput lapangan bola. Saat ini rumput masih kurang baik. Untuk lapangan F2C di SP 5 yang sudah dibuat. Runway aspal sudah 90 persen. Ada tiang-tiang dipasang mengelilingi seluruh arena lapangan untuk menjaga keamanan pesawat saat terbang," bebernya.

Kembali soal pembangunan utama untuk semua atlit saat pertama kali tiba di lapangan. Mereka akan menempati ruangan-ruangan tersebut sebelum bertanding.

“Ruangan sudah saya lihat, dan pembangunan sudah sangat baiklah sudah mencapai 60 persen selesai. Yang lain seperti tempat parkir masih sekitar 50 persen.

Secara keseluruhan masih 50 persen, kemudian akan dibuat runway F3R yakni balapan pesawat berputar. Lihat saja rumputnya masih banyak tumbuh dan diharapkan ada pelebaran sehingga runway ada ditengah lapangan yang sudah diuruk. Sedangkan urukan yang dipakai untuk lapangan baru 30 persen.

Artinya masih ada kekurangan urukan lapangan yang dipersiapkan untuk bertanding, untuk itu pekerjaan lapangan dipercepat sehingga sesuai jadwal Cabor Aeromodelling tidak terganggu dan dapat tercapai. Ini masih kurang 70 persen lagi, dan pekerjaan masih cukup banyak dan memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Ini masih jauh dari target dan target Cabor Aeromodelling Desember ini sudah selesai tapi belum juga. Setidaknya Februari semua pekerjaan selesai dan Juni akan atlit-atli Aeromodelling dari berbagai daerah sudah datang percobaan lapangan," tuturnya.

Sedangkan Sekretaris KONI Mimika, Avianto Cesar Tunya mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan PB PON Papua di Jayapura, dan juga dengan Pemkab Mimika untuk mengejar ketetinggalan pembangunan venue aeromodelling.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan Dinas PUPR soal bagaimana menjawab rekomendasi TD Aeromodelling ini," tuturnya.(tim)