Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

309 Pasien Positif Covid - 19 di Mimika Isolasi Mandiri di Rumah, Ini Jumlah Kematian 2 Minggu Terakhir

Kubur covid 19
Kubur covid 19Foto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca5 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Perkembangan kasus Covid 19 di Kabupaten Mimika sejak minggu akhir November hingga awal Desember 2020 mengalami peningkatan cukup tajam.

Peningkatan kasus ini berimbas pada pasien rawat inap dan meninggal dunia. Pasien meninggal dunia dalam dua minggu ini naik dari 32 kasus menjadi 35 kasus.

“Rabu kemarin baru meninggal satu orang lagi dan Kamis siang baru dimakamkan oleh petugas pemakaman Covid 19. Kami mengajak warga untuk patuh dengan protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak. Hindari kerumunan massa yang bisa berimbas kita tertular juga. Yang paling penting, warga jika menderita batuk dan flu selama tiga hari, gunakan layanan kesehatan yang ada di puskesmas sehingga sedini mungkin dapat mengetahui kita terpapar atau tidak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, SST MEpid kepada wartawan usai pertemuan dengan tokoh agama di Aula Hotel Grand Tembaga, Kamis (10/12).

Menurut dia, hingga kini estimasi kasus di Kabupaten Mimika 6.930 kasus, dan komulatif kasusnya per-9 Desember ada 3.308 kasus, dengan jumlah kematian 35 orang, dan pasien sembuh sebanyak 2.899 orang, kasus aktif 374 orang.

Sedangkan pasien yang sedang dalam perawatan sebanyak 65 kasus, pasien dengan isolasi mandiri 309 orang.

Dari indikator, kasus kematian dibawah 1 persen. "Kita harus jaga janga sampai dia naik dari 1 persen. Kasus kematian rata-rata pasien dengan Komorfit. Terutama pasien dengan diabetes, hipertensi, obesitas. Sementara akumulasi sembuh bagus sekali dan Timika berada pada 87, 68 persen. Ini berarti berarti 2 persen lebih tinggi dari provinsi. Dimana provinsi berada pada posisi 85 persen," ujarnya.

Pasien aktif 374 kasus dimana 17 persennya isolasi di RSUD yakni 27 kasus, 33 kasus ada di RS Tembagapura, dan sisanya di RSMM.

"Yang diantispasi dan dijaga adalah pasin isolasi mandiri, pasien Covid 19 tanpa gejala yang isolasi mandiri ada 309 orang. Butuh pengawasan bersama, komitmen bersama. Bahwa pasien Covid 19 harus isolasi mandiri dan tidak menyebar ke orang lain, dan sebagian besar mereka ini tanpa gejala," paparnya.

Dia mengatakan, sebentar lagi umat Kristiani merayakan natal dan tahun baru. Yang jadi pertanyaan, bagaimana jika mereka ikut ibadah (misa) dan merayakan tahun baru bersama umat yang lain.

Tahun 2021, kata dia, ada agenda besar baik nasional maupun daerah. Agenda nasional adalah vaksin Covid 19 yang disiapkan pemerintah, dan Mimika menjadi prioritas.

Berikut, akan ada tatap muka untuk pembelajaran, akan ada ivent PON, Pesparawi. Oleh karena itu Pemkab dan tokoh agama coba duduk bersama yang tidak saja fokus pada natal dan tahun baru.

"Tapi usai natal dan tahun baru ada agenda seperti apa lagi. Memang ada komitmen yang luar biasa dari tokoh agama, bahwa mereka siap laksanakan Surat Edaran Kementrian Agama RI No 23 Tahun 2020 bahwa perayaan ibadah hanya 50 persen. Karena yang ikut ibadah hanya 50 persen dan 50 persen hanya ikut dari rumah, maka pemkab akan duduk lagi dengan tookoh agama. Dimana gereja-gereja sudah bentuk pokja, masjid-masjid sudah ada pokja nanti dilihat lagi pemanfaatan seperti apa. Jadi Pemkab dan Satgas akan berdikusi agar hal ini dapat dikawal bersama-sama," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, akan ada elaborasi Satgas dengan pokja-pokja Covid 19 yang ada di gereja dan masjid untuk mengawal protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Termasuk 5-0 persen dan penggunaan tenda akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penumpukan.
(tim)