Timika, fajarpapua.com - Organisasi intelektual, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Persiapan Mimika resmi dideklarasikan 18 Desember 2020 yang dihadiri Kesbangpol Mimika.
PMII diharapkan dapat membangun komunikasi dan silaturahmi dengan organisasi kepemudaan pada umumnya dan OKP yang lain, serta ikut mengawal program pemerintah.
Ketua Umum PKC PMII Papua dan Papua Barat, Amir Hamsah Gurium ketika dikonfirmasi Fajar Papua, Sabtu (19/12) mengemukakan, tujuan kedatangannya ke Timika untuk mendeklarasikan cabang persiapan PMII Mimika. Kegiatan deklarasi yang berlangsung di Kantor Muslimat NU Jalan Caritas SP 2 itu berlangsung sukses.
"Sebagai cabang, PMII Mimika harus punya legalitas hukum yang jelas yang diakui oleh Kesbangpol dan pemerintah setempat. Saya berharap agar PMII ke depan menjadi garda terdepan dalam membawa daerah menuju perubahan," ujarnya.
Selaku ketua PKC, Amir berharap PMII Cabang Mimika mendukung semua program pemerintah daerah setempat.
"Membangun komunikasi dan silaturahmi dengan pemuda pada umumnya dan OKP yang lain. Dan terpenting adalah mengawal apa yang menjadi program pemerintah," katanya.
Dia berharap, semua unsur pemuda-pemudi yang ingin bergabung dalam PMII selalu menjaga baik nama organisasi dan ikut membesarkan PMII di kabupaten Mimika.
Terkait kehadirannya di Kabupaten Mimika, PMII sebagai organisasi nasional yang mempunyai struktur dari pusat hingga daerah dia berharap dapat menjalin hubungan kerjasama dan silaturahmi dengan OKP yang lain untuk membangun potensi pemuda yang ada di Kabupaten Mimika.
Sekedar untuk diketahui, Ketua Cabang Persiapan PMII Mimika, Arifin Letsoin dan Sekretaris Cabang PMII Mimika, Fahmi Sedubun.
"Mahasiswa sebagai agent of change atau agen perubahan harus dapat memberikan perubahan untuk Kabupaten Mimika, itu juga menjadi bagian dari visi dan misi pengurus besar hingga pengurus cabang PMII. Program PMII yang digagas saat ini adalah inovatif dan kreatif untuk menjawab tantangan zaman," ujar Sekretaris Persiapan PMII Cabang Mimika, Fahmi Sedubun.
Pihaknya berharap PMII dapat bekerjasama dengan HMI, GMNI, PMKRI dan organisasi lainnya dapat bekerja sama untuk membangun mahasiswa yang lebih kritis serta inovatif sehingga mahasiswa sebagai agen perubahan bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Mimika.
"Kehadiran PMII di Kabupaten Mimika adalah tuntutan organisasi bukan karena kepentingan politik atau kepentingan-kepentingan lain. Terbukti sampai saat ini kami telah menghadirkan ketua PKC sebagai saksi sejarah terbentuknya PMII Kabupaten Mimika. Harapan kami semoga lembaga-lembaga intra kampus bisa membuka peluang kepada organisasi-organisasi agar mahasiswa bisa belajar dan berproses untuk mengembangkan dirinya kedepan lebih baik," tuturnya.
Hal itu, lanjut dia, sebagaimana harapan yang disampaikan Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob S.Sos,MM bahwa sesungguhnya mahasiswa harus tetap kritis tapi juga mampu memberikan solusi kepada pemerintah.
"Kami selalu bergandengan tangan dengan teman-teman organisasi lainnya untuk mengontrol kinerja pemerintah yang ada di kabupaten ini" papar Fahmi.(jun)

