Vaksin Sinovac Versi Tiongkok Dan Indonesia, Bedanya dimana ?

by -
Vaksin Sinovac

Bogor, Fajarpapua.com – Vaksin Sinovac tahap kedua telah tiba di Indonesia dari Tiongkok sebanyak 1,8 Juta dan ini berarti jumlah keseluruhan vaksin yang telah diterima oleh Indonesia adalah sebanyak 3 Juta Vaksin Sinovac yang diperoleh dari otoritas Tiongkok.

Saat ini Indonesia sedang menunggu 15 juta dosis vaksin Sinovac yang akan segera dikirimkan dari Tiongkok dalam waktu dekat.

Vaksin tersebut sudah dikirimkan ke Bandung, Jawa Barat kemarin Kamis 31 Desember 2020 dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Vaksin tersebut akan langsung masuk ke dalam fasilitas penyimpanan vaksin yang sudah sesuai dengan standar penyimpanan yang di rilis oleh WHO.

Indonesia selain mengimpor vaksin Sinovac dari Tiongkok ternyata juga memproduksi sendiri vaksin tersebut yang dilakukan oleh Bio Farma. Proses produksi vaksin yang dilakukan oleh Bio Farma memang sudah mengantongi ijin dan sertifikasi dari BPOM dan telah memenuhi standar internasional.

Dengan demikian terdapat dua macam vaksin Sinovac yang dimiliki oleh Indonesia, yaitu vaksin yang di impor langsung dari Tiongkok dan vaksin yang diproduksi langsung oleh Bio Farma.

Perbedaan Vaksin Sinovac Tiongkok dan Versi Indonesia

Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Profesor Amin Soebandrio, pada dasarnya kedua Vaksin ini baik yang di  impor maupun yang diproduksi sendiri oleh Bio Farma tidak memiliki perbedaan.

Perbedaannya hanyalah terletak pada lokasi produksi dan kemasannya, vaksin yang berasal dari Tiongkok telah dikemas dalam bentuk satuan atau satu kemasan satu dosis.

“dari segi mutu dan kualitas hingga tingkat efektifitasnya itu sama, yang membedakan hanya terletak pada kemasannya. Kalau yang datang ini (red: vaksin Sinovac yang dari Tiongkok ) sudah dikemas secara individual dengan artisan satu suntikan untuk satu orang.” ungkap  Prof. Amin.

Prof. Amin juga menyebutkan bahwa antara Bio Farma dan Sinovac sendiri sudah memiliki ikatan kerja sama dalam membuat vakshttps://id.wikipedia.org/wiki/CoronaVacin sehingga seluruh proses dan tahapannya termasuk kandungan di dalamnya juga sudah dikomunikasikan antara kedua belah pihak.

Untuk tahapan penyuntikan vaksin kepada masyarakat, tambah Prof. Amin. Semua hanya tinggal dari turunnya ijin dari BPOM yang diperkirakan akan keluar pada pertengahan Januari 2021.

Menurut perkiraan sementara dengan dikeluarkan ijin dari BPOM maka akan dapat dilakukan proses vaksin tersebut pada akhir Januari 2021.

“Punya kita ( Bio Farma ) mereferensikan keamanan efikasi dari uji klinis yang dilakukan di luar negeri. Apabila hasilnya memuaskan maka dari situ bisa dipakai untuk referensi data dalam proses mengeluarkan ijin sementara.” Tambah Prof. Amin.

Hal tersebut di konfirmasi oleh dr. Siti Nadia Tarmisi selaku Juru Bicara Pemerintah untuk urusan Vaksin Covid-19 yang juga menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Menurut dr. Siti pihak Bio Farma telah mengantongi kepercayaan untuk memproduksi Vaksin Sinovac dikarekan pihak Bio Farma telah sering terlibat dalam proses produksi vaksin untuk menunjang program nasional dan juga sudah menembus pasar Global.

INFO IKLAN 0812-3406-8145