Timika, fajarpapua.com - Di kota sekecil Timika, tingkat pencurian khususnya sepeda motor saat ini cukup tinggi. Bahkan pada pertengahan hingga akhir tahun 2020 lalu, hampir setiap minggu kendaraan roda dua dilaporkan hilang.
Namun anehnya, ditengah kegundahan warga akibat maraknya pencurian motor di Timika. Saat ini banyak pihak yang menjual serta menawarkan kendaraan roda dua tanpa dokumen atau tanpa surat-surat (SS) di forum jual beli maupun di media sosial.
Fajar Papua pada awal Desember 2020 lalu mencoba menelusuri praktek jual beli sepeda motor tanpa dokumen di Facebook. Dan ditemukan fakta setidaknya di bulan tersebut, terdapat 15 unit sepeda motor tanpa dokumen yang ditawarkan melalui berbagai platform grup jual beli di Facebook.
Dalam prakteknya, para penjual sepeda motor tanpa dokumen tersebut menawarkan dengan harga cukup murah dibandingkan dengan harga pasaran sepeda motor bekas di Timika.
Dari catatan Fajar Papua para penjual menawarkan sepeda motor dikisaran R 1 juta hingga Rp 4 juta untuk sepeda motor non matic produksi tahun 2000 hingga 2010.
Sementara untuk motor matic yang di pasaran resmi motor bekas di Timika masih dijual dikisaran harga Rp 6 juta. Di forum jual beli ditawarkan dikisaran harga Rp 3 juta hingga Rp 4 juta tergantung jenis dan tahun produksinya.
Pada Desember 2020 lalu, Fajar Papua sempat melakukan kontak dan mencoba transaksi sepeda motor tanpa dokumen dengan sejumlah penjual.
Pada transaksi pertama, Fajar Papua tertarik dengan sepeda motor non matic jenis Honda Blade dengan kondisi lumayan bagus.
Penjual membuka harga Rp 3 juta, dengan dalil agak mahal karena masih lengkap kap dan mesinnya halus.
Mengingat tiadanya surat-surat, Fajar Papua menawar sepeda tersebut hingga Rp 1,5 juta. Namun akhirnya, transaksi tidak mencapai kata sepakat terkait harga.
Transaksi kedua Suzuki Shogun. Yang membuat tertarik, di forum jual beli, penjual yang mengaku ngekos di Sempan tersebut menaruh harga sangat murah yaitu Rp 1,5 juta. Padahal dari foto yang dipasang, sepeda motor keluaran Tahun 2003 tersebut masih terlihat mulus dan lengkap.
Fajar Papua yang tertarik dengan sepeda motor terbit kemudian melakukan kontak melalui messenger. Namun, kontak baru mendapat balasan keesokan harinya dan kita bersepakat, harga diangka Rp 1,3 juta dan melakukan transaksi secara cash on delivery (COD).
Kemudian dilakukan perjanjian untuk bertransaksi didepan Bank BRI Budi Utomo pada pukul 09.00 WIT. Namun transaksi tersebut tidak terlaksana dengan alasan ada pembeli lain sedang melihat motor tersebut dan penjual berjanji akan menghubungi kembali jika pembeli tersebut tidak jadi.
Kemudian dihari yang sama, sekitar pukul 16.00 WIT, penjual kembali menghubungi Fajar Papua dan berniat melanjutkan kembali transaksi. Namun, saat itu yang bersangkutan tidak sepakat dengan harga sebelumnya sehingga transaksi dibatalkan.
Pada transaksi ketiga, Fajar Papua tertarik dengan sepeda motor Yamaha Jupiter Mata Kucing warna hitam yang terlihat mulus. Dari informasi yang didapat, sepeda motor tersebut memiliki nilai jual masih cukup tinggi bahkan jika kondisinya masih oke bisa dihargai hingga Rp 8 juta.
Namun dalam forum jual beli tersebut, penjual membandrol dengan harga Rp 4,5 juta. Dan seperti perkiraan, motor tersebut ternyata tidak memiliki dokumen baik STNK maupun BPKB.
Pada transaksi keempat, Fajar Papua berhasil bertemu langsung dengan penjual sepeda motor di forum jual beli. Pertemuan yang berlangsung pada pukul 19.00 WIT tersebut berlangsung singkat, lelaki dengan perawakan kecil datang membawa Mio Soul yang ia tawarkan dengan harga Rp 3,5 juta.
Ia berdalih menjual murah motor tersebut karena surat-suratnya hilang saat pindah kos.
Namun sama dengan diatas, transaksi tersebut batal dilakukan karena tidak sesuai harga.
Tetapi dia menawarkan, sepeda motor non matic yang sesuai dengan budget yang saya sebutkan. Dan karena penasaran, Fajar Papua bersedia untuk melihat motor tersebut, walaupun akhirnya tidak terjadi transaksi lebih lanjut.(mas)

