Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Habis !!!, Satu-satunya Pesawat untuk Menginjil Wilayah Pedalaman Papua Dibakar, Ini Resiko yang Siap Ditanggung KKB !

Beredar foto diduga para pelaku pembakaran sedang action di ekor pesawat yang dibakar.
Beredar foto diduga para pelaku pembakaran sedang action di ekor pesawat yang dibakar.Foto / MIMIKA
fajar Papua4 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Jajaran Polda Papua dan Polres Nabire sudah mengidentifikasi para pelaku pengerusakan, pembakaran, serta melakukan kekerasan terhadap pilot pesawat Aleks yang adalah warga Negara Amerika Serikat (AS). Mereka yang merusak, membakar dan melakukan aksi kekerasan terhadap pilot dianggap kelompok iblis.

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw saat ditemui di Timika, Sabtu (9/1/2021) mengatakan, pilot Aleks ketika diidentifikasi dan dimintai keterangan oleh Kapolres Nabire mengakui saat mendarat tiba-tiba ada sekelompok orang keluar dari semak-semak sekitar bandara menuju pesawat sambil menodongkan senjata ke ke arahnya.

Mereka menyuruh pilot turun dan menggeledah isi pesawat lalu membakar moda transportasi udara itu.

Menurut Kapolda Papua dihadapan Kapolres Nabire sang pilot mengatakan penerbangan saat itu bukan dicarter, tapi terbang regular biasa dengan isi muatan bahan makanan (bama) bagi para pendeta (hamba Tuhan) yang ada di pendalaman Kabupaten Intan Jaya.

โ€œJika diberitakan sebelumnya dua orang warga Intan Jaya yang menumpang pesawat itu adalah mereka carter pesawat itu salah. Pesawat ini terbang reguler membawa bahan makanan untuk para hamba Tuhan yang menginjil di Pedalaman Intan Jaya,โ€ kata Paulus.

Sebagai Kapolda, dia sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh kelompok KKB di Intan Jaya. Awalnya, Polda mengira pesawat tersebut dicarter ternyata tidak, karena pilot pesawat terbang untuk mendukung misi penginjilan di daerah pedalaman Intan Jaya.

โ€œAwalnya saya sempat bertanya pesawat ini siapa yang mencarter, bawa apa saja, dan kenapa sampai ke kampung itu. Itu pertanyaan kami secara awam, tetapi dalam interview dan pemeriksaan oleh Kapolres Nabire, ternyata pilotnya mengaku terbang reguler biasa untuk membantu hamba Tuhan yang ada di pedalaman," terangnya.

Dikatakan, pesawat itu satu-satunya sarana milik hamba Tuhan. "Kita sebentar lagi bulan Februari kurang lebih 65 tahun Injil masuk Tanah Papua. Saya ditunjuk para Hamba Tuhan sebagai ketua panitia, dan saya sesalkan kejadian ini. Karena sejak dibukanya tabir kehidupan bangsa Papua ini oleh pada hamba Tuhan dengan segala upaya dan cara mereka masuk ke tanah ini dalam menyebarkan kabar sukacita Injil. Hamba Tuhan masuk ke pelosok-pelosok hingga ke pedalaman Papua. Dan jika ada tindakan manusia seperti ini, itu berarti sudah melakukan kejahatan. Ini tindakan diatas kejahatan dan masuk kelompok iblis tepatnya," kutuk Kapolda.

Menurut dia, tindakan seperti itu sangat tidak manusiawi, padahal beberapa hamba Tuhan sudah katakan jangan lakukan itu, karena pilot juga hamba Tuhan.

"Tapi 10 orang itu anggap angin lalu apa yang disampaikan para hamba Tuhan dan mereka terus merusak dan membakar pesawat sampai habis yang tertinggal hanya sayap dan ekornya saja," tambahnya.

Terkait aksi ini, Kapolda menegaskan pihaknya sudah mengidentifikasi semua pelaku. Pihaknya akan kejar terus sampai semua tertangkap.

"Memang Polda sendiri sudah menggelar rapat, tapi ini karena ada kunjungan Panglima TNI dan dan Kapolri yang diwakili Irwasum maka beberapa hari kedepan kami akan menggelar pertemuan bersama dengan satuan TNI Kodam dan yang lainnya di provinsi. Satu dua hari kedepan kami koordinasi, rapatkan barisan dan atur kekuatan untuk cari sampai dapat kelompok ini. Mereka tidak kemana-mana pasti ada di sekitar lokasi Intan Jaya. Kami akan tindak tegas dan kami sudah kantongi nama dan identitas mereka semua," tegasnya.

Kapolda mengakui medan menuju kampung sulit tapi pihaknya bersama TNI bersatu untuk bisa cari kelompok KKB di Intan Jaya sampai dapat.

Menjawab pertanyaan wartawan apakah mereka kelompok OPM, Jenderal Waterpauw menjelaskan dalam kamus pendidikan ilmu Kepolisian mereka ini disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bukan TPM OPM. Mereka di Intan Jaya tidak banyak orang sehingga mudah dikejar dan dilumpuhkan.

Sedangkan soal ada anggota yang sudah sampai ke lokasi terjadinya pengerusakan dan pembakaran pesawat, dia menjelaskan sampai saat ini belum ada laparan dari Kapolres Nabire, karena kampung tersebut sulit dijangkau.

"Satu-satunya transportasi andalan adalah pesawat terbang. Tetapi untuk mencari kelompok ini kami akan memanfaatkan berbagai potensi yang ada mesti sulit tapi anggota bisa sampai ke sana dengan cara apapun. Pesawat yang bisa kesana hanya pesawat MAF itu yang isinya hanya 4 orang dan saya pastikan mereka masih ada di beberapa distrik yang ada di Intan Jaya, dan kami akan melakukan pencarian dan penegakan hukum bagi para pelaku ini," tuturnya.

Soal pembakaran peawat apakah ada hubungan dengan penembakan helicopter di Timika, mantan Kapolres Mimika ini menjelaskan, pihaknya masih selidiki dan menghubung-hubungkan dua peristiwa ini. Jika ada hubungan makai ini sudah dirancang sebelumnya oleh kelompok tersebut.(tim)