Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Kerja Keras Petugas, Kasus Malaria di Wilayah Bhintuka Turun 5 Persen

Puskesmas Bhintuka
Puskesmas BhintukaFoto / MIMIKA
fajar Papua3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Jika tahun 2020 pertumbuhan malaria di wilayah kerja Puskesmas Bhineka Tunggal Ika (Bhintuka) cukup tinggi, namum berkat kerja keras petugas terjun ke kampung-kampung dan RT terhitung pertengahan Januari 2021 kasus menurun sekitar 5 persen.

Berbagai cara dilakukan termasuk penyuluhan kepada masyarakat agar tetap menjaga pola hidup sehat, jangan keluar rumah mulai pukul 18.00 Wit.

Kepala Puskesmas Bhintuka, Agustina Wanimbo, AMK kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/1) mengatakan guna mengeliminasi malaria pihaknya memiliki 2 kader pada setiap kampung.

Kader dilatih oleh Dinas Kesehatan dengan tugas menemukan warga yang terpapar malaria, mengambil darah dan membawa warga ke puskesmas untuk berobat.

Setelah berobat, petugas terus memantau pasien malaria agar bisa minum obat sampai habis.

Setelah sembuh kader mengarahkan pasien agar bisa mengontrol kembali ke puskesmas untuk mengetahui apakah benar-benar sembuh atau tidak.

Puskesmas Bhintuka juga terdapat pojok malaria. Pojok malaria bertugas menyediakan semua informasi dan kebutuhan yang berkaitan dengan malaria.

Jika ada warga yang terpapar malaria, kader akan mengarahkan pasien datang berobat ke puskesmas. Setelah dinyatakan malaria dan dapat obat, pojok malaria akan mendampingi warga bersama kader sampai sembuh.

Pojok malaria ada penanggungjawab dan memiliki beberapa pegawai dan tugasnya turun ke RT-RT untuk sosialisasi tentang penggunaan kelambu, lingkungan harus bersih dan tidak ada genangan air, parit atau drainase harus terus mengalir dan tidak tertahan hingga jadi tempat bersarang dan bertelurnya nyamuk.

Akhir tahun 2020, pojok malaria turun membagi kelambu kepada masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bhintuka.

Kelambu yang jumlahnya ratusan buah sudah terbagi habis diharapkan warga dapat menggunakan kelambu saat tidur malam atau siang sehingga terbebas dari gigitan nyamuk malaria.

“Soal data yang pas saya tidak terlalu hafal angkanya. Data itu ada di pojok malaria, tapi bulan ini sesuai laporan dari pojok malaria turun sekitar 5 persen. Harapan kita bersama angkanya turun terus, yang terpenting masyarakat harus terapkan hidup sehat dengan gunakan kelambu, genangan air sekitar rumah harus ditutup sehingga jangan jadi tempat nyamuk bertelur,” terang Agustina.

Ia menjelaskan Pemkab Mimika sudah canangkan 2026 bebas malaria, sehingga sebagai garda terdepan petugas kesehatan puskesmas harus siap menjalankan program eliminasi dengan mendukung dan menyukseskan program-program yang turun dari Dinkes Mimika.

Petugas puskesmas dan pojok malaria harus konsen serta kerja keras dalam beberapa tahun agar program eliminasi malaria benar-benar terwujud sesuai program pemkab dan dinkes.

Kepada masyarakat, Agustina mengimbau agar tetap menjalankan prokes dimana saat ini Mimika masih dilanda Covid 19.

Memang secara statistik wilayah Bhintuka kasusnya sedikit, tapi harus tetap jaga dengan harapan cuci tangan secara rutin, pakai masker, dan jaga jarak serta terhindar dari kerumunan masa.

Bagi warga yang yang terpapar diharapkan dapat mengisolasi diri secara mandiri di rumah selama 14 hari, makan makanan bergizi, konsumsi vitamin yang cukup, olahraga rutin, dan jangan keluar rumah.

Sedangkan kepala kampung Bhintuka, Penius Tabuni mengakui, warganya sampai hari ini belum ada yang positif Covid 19. Tapi dia meminta warga agar tetap mengenakan masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

“Warga saya belum ada yang sakit covid 19. Kalau malaria banyak karena pola hidup mereka. Akhir tahun 2020 lalu petugas puskesmas sudah bagi kelambu dan saya miinta semua warga tidur malam harus pakai kelambu supaya jangan kena malaria,” kata Penius.(tim)