Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Portal Otomatis Bikin Macet, Warganet: Kalau ke Pasar Sentral Timika Bawa Bekal Biar Gak Kelaparan, Kadisperindag: Kita Butuh Waktu !!!

kemacetan portal otomatis pasar sentral timika
kemacetan portal otomatis pasar sentral timikaFoto / MIMIKA
Redaksi4 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Pemasangan portal parkir otomatis di pintu masuk maupun pintu keluar Pasar Sentral Timika memang memiliki tujuan yang baik dan sebagai salah satu upaya peningkatan PAD terutama dari sektor retribusi perparkiran.

Mungkin ini baru pertama kali dipasang di pasar tradisional sehingga portal yang mulai diluncurkan pada Jumat (29/1) ternyata menimbulkan antrian panjang kendaraan baik yang hendak masuk maupun yang hendak keluar.

Akibat lainnya, Jalan Hasanudin khususnya yang melintasi Pasar Swadaya dari Arah Irigasi ke Timika yang biasanya lancar kini sering mengalami kemacetan. Bahkan untuk jam-jam tertentu kemacetan di jalur tersebut terlihat sangat parah sehingga sering menimbulkan perdebatan diantara pengguna jalan.

Kondisi ini ternyata juga menjadi bahan gunjingan di grup Facebook, Berita Kota Timika pada Minggu (31/1) ini. Bahkan beberapa warganet secara bercanda mengingatkan pengunjung untuk sarapan terlebih dahulu biar tidak kelaparan saat antri masuk ke dalam Pasar Sentral Timika.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Mimika,
Michael Go Marani kepada Fajar Papua Minggu (31/1) mengatakan, portal parkiran otomatis Pasar Sentral merupakan teknologi baru di kota Timika yang sudah lazim di kota-kota besar. Portal otomatis menjadi jawaban untuk menghindari adanya pungutan-pungutan liar diluar aturan.

"Tapi kita butuh waktu untuk membiasakan ini. Kami berharap seiring perjalanan waktu masyarakat semakin paham cara kerja portal otomatis dan tidak terlalu antrian panjang," ungkap Gomar.

Dikemukakan, dengan adanya portal otomatis, retribusi yang masuk tidak bisa direkayasa. Hal ini diharapkan dapat menggenjot PAD Mimika.

Terkait kemacetan di jalan umum Hasanuddin sudah bisa diantisipasi setelah pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Mimika. "Jadi jalan dari arah Budi Utomo tidak bisa langsung belok pasar, harus terus ke Irigasi lalu berbalik arah, tujuannya supaya tidak terjadi kemacetan di jalan masuk pasar," paparnya.

Menurut dia, proses memasuki portal otomatis memerlukan waktu 1 hingga 2 menit, begitupun saat keluar. "Kami berharap masyarakat bersabar, ini semua demi kebaikan kita bersama, tidak ada lagi pungutan-pungutan liar. Seperti himbauan pak Wakil Bupati saat peresmian hari Jumat lalu, beliau mengajak masyarakat Timika untuk bersama-sama menjaga ini, jangan sampai rusak. Karena Timika sudah maju, tentu kehadiran teknologi-teknologi baru tidak bisa dihindari. Saya kira antrian juga tidak terlalu lama, nanti kalau masyarakat semakin terbiasa bisa memahami," tutur Michael.

Cuitan kemacetan jalan masuk Pasar Sentral seperti ditulis akun Mandas yang menyerukan pengunjung pasar Sentral harus bawa bekal biar tidak kelaparan karena menunggu antrian.

"Kalau ke pasar Sentral harus bawa bekal, bisa2 mati kelaparan krna antrian pung panjang apa," tulisnya sambil menyertakan emoji tertawa.

Unggahan tersebut langsung mendapat tanggapan dari akun, Yana Solah yang meminta pengunjung makan kenyang terlebih dahulu. " Kalau mau ke pasar kita mkn yg kenyang2 soalnya antrinya lama," kicaunya dengan emoji terbahak-bahak.

Bahkan secara berkelakar, akun Phenerust Whasyat Lheluhrt meminta pengunjung Pasar Sentral Timika untuk makan saat antri jika tidak sempat makan di rumah. "Klw tra sempat makan, bawa bekal saja sambil antri bisa sambil kunyah," kelakarnya.

Akun ini juga menilai, kebijakan yang diambil Disperindag Kabupaten Mimika tersebut kurang efektif karena menimbulkan kemacetan.

"Tdak efektif karena malah menimbulkan kemacetan. ini baru hari biasa kita tdk bisa bayangkan klw nanti menyambut hari besar macetnya akan sperti apa. Dan seharusnya di sediakan akses untuk pejalan kaki karena tdk semua yg masuk pasar itu pakai kendaraan," ujarnya.

Sementara akun Nyarman Suri berseloroh, portal parkir otomatis tersebut layaknya pintu tol, namun sayang malah menimbulkan kemacetan. "Adanya tol itu biar tidak ada kendala salah satunya ya macet/kemacetan…..kok malah adanya tol malah macet yaa," tulisnya.

Sedangkan akunbAbbah Salamah juga menyamakan portal tersebut seperti tol tapi dengan model baru. "Ini pasar tolmodel baru hati2 klu mau masuk pasar tol nanti terlambat masuk kerja," tulisnya.

Akun Kiki Kailola juga mengkritisi kemacetan akibat portal parkir otomatis tersebut. "Macam jln tol aja,,,#STOP sdh pakai portal itu…Antri sampe ikan Melek," tulisnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh akun, Jhony Bary. "Tdk jelas.bukanx menyamankan para pembeli. Tpi, lebih mempersulit orang yg mau belanja.program asal2lan.msih mending yg per tama.keluar beru bayar," ungkapnya.

Sedangkan akun Airy Cenderawasi Wijaya mengkhawatirkan, kemacetan yang timbul karena pemasangan portal parkir ini menurunkan minat warga berbelanja di Pasar Sentral Timika.

"Sudah lama TDK ke pasar baru la kok lihat foto nya begini antriannya…wedeh..bikin malas saja mending ada tidak ada pi pasar sp 2 saja yg TDK ada antriannya lancar jaya," jelasnya.

Melihat kondisi ini akun Samy Korwa meminta kepada dinas terkait untuk melskuy evaluasi serta menambah pintu portal serta loket pembayaran.

"Dengan kemacetan dipintu keluar pasar, dispenda sudah bisa mengambil kebijakan utk menambah loket pembayaran sebab dengan kuranya loket membuat antrian semakin panjang," tulisnya. (mas)