Hari Ini, 166 Tahun Injil Masuk Tanah Papua

by -

Buktinya, banyak anak-anak muda yang diyakinkan untuk menjalani kehidupan saleh dan bersedia dijadikan misionaris ke berbagai belahan bumi. Di antara sekian banyak pemuda yang diyakinkan untuk menjadi misionaris kristen itu dua diantaranya adalah Carl Wilhem Ottouw dan Johann Geissler.

Lalu, sejarah pun mencatat, seperti halnya berbagai misi proselitisme lainnya yang pernah terjadi. Misi Ottouw dan Geissler ke Papua juga disertai ide-ide sekitar pemberadaban dan penaklukan. Hal ini seperti yang ada dalam catatan harian Ottouw menyebutkan pekerjaan misi yang dimulai dengan studi budaya dan bahasa orang-orang pulau Numfor segera berlanjut menjadi misi “perdagangan”.

Dan pada tahun kedua dan ketiga, setelah pemerintah Hindia Belanda memberikan dukungan dana misi sebesar 50 gulden per bulan, Ottouw dan Geissler kemudian mengajukan proposal kerja sama bisnis dengan Hindia Belanda. (Sebagai perbandingan, satu keping gulden pada masa itu mengandung kurang lebih 9,45 gram perak, sehingga dalam kurs hari ini kurang lebih 50 gulden setara dengan 2.500 USD).

Isi proposalnya sederhana, mereka meminta pada pemerintah Hindia Belanda agar di daerah Kebar, Tambrau dibuka perkebunan tembakau dengan mempekerjakan “jiwa-jiwa yang hilang”. Dengan dalih, melalui kerja-kerja itu menurut Ottouw, orang-orang ini dapat mengenal Injil. Ottouw dan Geissler juga meminta agar para serdadu Hindia Belanda dan eks-serdadu pemerintahan dari Ambon dapat dikirmkan ke Tambrau untuk menjadi mandor bagi orang Papua.

INFO IKLAN 0812-3406-8145