Hari Ini, 166 Tahun Injil Masuk Tanah Papua

by -

Namun, ide itu ditolak mentah-mentah oleh Batavia. Lalu, pemerintahan Hindia Belanda menawarkan skema lain. Mereka menawarkan dana hibah sebesar 10.000 gulden asalkan duo misionaris ini mau masuk ke wilayah-wilayah pedalaman Papua barat. Rupanya Batavia juga menyertakan dua orang petani dari Jawa yang menguasai teknik budidaya varietas tembakau untuk menyertai ekspedisi misi Ottouw dan Geisler ini.

Hingga akhirnya mulai bermuculan pendapat, bahwa perjalanan misi injil dan dagang ini sebagai “perjalanan penginjilan yang dingin karena dibayangi oleh menjadi ekspedisi bisnis yang prospektif”.

Seorang Naturalis dari Britania raya yang tersohor, Alfred Russel Wallace mengunjungi Ottouw pada 1858. Wallace terkejut karena Ottouw dan Geisler terlihat kaya raya.

Dan selain upaya merintis perkebunan tembakau, mereka juga memperluas bisnisnya menjadi pengepul hewan-hewan eksotis seperti teripang, burung cenderawasih, cangkang kura-kura, bahkan mutiara. Ottouw dan Geisler pun membuka pintu bagi kedatangan berbagai badan misi lain ke tanah Papua.

Secara masif dan terprogram berturut-turut Utrech Society of Mission (Utrechtse Zendings Vereniging) dari negeri Belanda, misalnya, mengirimkan tenaga misionaris profesional ke Papua pada 1863. Tak bisa ditampik, perjalanan misi Injil dan dagang Ottow dan Geissler ini membuka jalan bagi dibangunnya pos pemerintahan Hindia Belanda pada 1898 di Manokwari dan Fakfak.

INFO IKLAN 0812-3406-8145