Jayapura, fajarpapua.com - Banjir Keerom tidak hanya memutus jalan utama, areal pertanian yang rusak akibat bencana alam itu mencapai 4.500 hektar.
Penjabat Sekda Keerom Irwan kepada wartawan, Sabtu (14/2) mengatakan, diperkirakan lahan yang terendam bertambah karena curah hujan masih tinggi.
Awalnya banjir yang terjadi di Keerom Rabu (3/2) hanya merendam beberapa lokasi. Namun volume air membesar pada Selasa (9/2) hingga menggenangi kawasan pemukiman dan pertanian warga dan meluas ke beberapa lokasi seperti Arso Kota, Arso I, Arso VII, Arso XI, Arso VII, Arso X, Arso II, Arso VII, Arso XIV, dan Arso Swakarsa.
Menurut data lapangan, berbagai jenis tanaman rusak bahkan mati akibat terendam air. Tanaman yang ditanam petani itu beraneka ragam mulai dari cabe hingga bawang merah dan sayuran.
Selain itu ada juga jagung dan pepaya namun diperkirakan tidak dapat tumbuh dengan baik akibat terendam air selama beberapa hari.
Saat ini jalan trans Papua yang menuju Keerom sudah dapat dilewati setelah airnya surut, aku Irwan yang juga menjabat sebagai Kadin Perhubungan Keerom.
Ketika ditanya tentang jumlah warga yang terdampak banjir, Irwan mengaku saat ini masih didata oleh Babinsa dan Babinkamtibmas agar falid mengingat ada warga yang rumahnya tidak terendam air namun dilaporkan turut mengalami musibah.
Data sementara warga yang rumahnya terendam banjir sebanyak 1.153 kepala keluarga dan jumlah tersebut dipastikan bertambah.
"Mudah-mudahan pendataan yang dilakukan babinkamtibmas dan babinsa segera selesai sehingga diketahui berapa banyak warga yang terdampak serta luasan lahan pertanian yang terendam air, " kata Irwan.(ant/ana)

