Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Mimika Kehilangan Tokoh Pendidikan dan Pemekaran, Taime : Pemda Mimika Berhutang Budi

Jenazah almarhum Cantius Amareyau
Jenazah almarhum Cantius AmareyauFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Kabupaten Mimika, khususnya Suku Kamoro kembali kehilangan salah satu tokoh dan putra terbaiknya.

Setelah sebelumnya Drs. Titus Potereyauw yang juga Bupati Mimika pertama mangkat, pada Selasa (16/2) kembali putra terbaik Mimika, Cantius Amareyau berpulang.

Cantius yang semasa sehat dikenal sebagai aktivis pendidikan tersebut wafat karena usia dan juga menurunnya kesehatan.

Dari catatan fajarpapua.com, almarhum Cantius bersama almarhum Bapak Takati yang juga mantan Anggota DPRD Mimika periode pertama, adalah dua sosok tokoh Suku Kamoro yang begitu mendambakan anak asli Mimika tersentuh dengan pendidikan formal.

Buah kerja keras mereka, secara tidak langsung kini telah dirasakan oleh generasi muda di daerah ini yang saat ini dapat dengan mudah mendapatkan pendidikan.

Semasa hidup selain sangat konsen dalam dunia pendidikan di Kabupaten Mimika, almarhum juga dikenal sebagai salahsatu tokoh masyarakat yang berjuang untuk memisahkan Kecamatan Mimika Timur dari Kabupaten Fakfak untuk membentuk Kabupaten Mimika.

Terkait jasa, almarhum ini juga diungkapkan oleh mantan Kadistrik Mimika Baru, Hironimus Taime dalam tulisannya saat memberi informasi berpulangnya tokoh pendidikan tersebut di salahsatu WhatsApp Group terbesar di Timika.

Taime yang juga dikenal dekat dengan almarhum mengungkapkan duka yang mendalam dan rasa kehilangan sosok kharismatik tersebut.

"Rest In Peace. Turut Berdukacita atas meninggalnya almarhum Bapak Guru C.Y. Amareyauw mantan Kepala SD INPRES Kwamki Baru Kota Timika," tulisnya.

Taime menegaskan, almarhum adalah sosok yang selalu berada di depan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah termasuk aspirasi untuk membentuk Kabupaten sendiri dan terpisah dari Kabupaten Fakfak.

"Salah satu tokoh Suku Kamoro yang saya jemput dan antar dalam menyalurkan suara masyarakat kepada setiap kunjungan Menteri dan terakhir Gubernur Irian Jaya Bapak Izaak Hindom minta Mimika menjadi Kabupaten Defenitif sendiri pisah dari Fakfak yang akhirnya sudah terkabul dan Mimika terus maju," ujarnya.

Lelaki yang juga sering dipanggil dengan sapaan Prof ini juga berpendapat, Pemda Mimika sangat berhutang Budi kepada almarhum dan patut mendapat penghargaan.

"Para Pejabat Pemda Mimika harus memberikan penghormatan terakhir melepas jenazah almarhum ke liang lahat atas jasa-jasanya memajukan SDM putra putri kita di Mimika yang juga ikut menyuarakan kemajuan Mimika," tegasnya dengan menyertakan emoji menangis.

Rasa duka juga dirasakan oleh mantan rekan sejawatnya saat memperjuangkan Mimika lepas dari Fakfak, Wilhelmus Pigai yang saat ini menjadi salahsatu anggota KPID Papua.

"Adooh kasihan bapa guru. Bersama bp Amareyauw kami berjuang utk timika lepas dari kab Fak2 dan menjadi kabupaten mimika sekarang. Nimomooo bp," tulisnya. (mas)