Timika, fajarpapua.com - Webinar dengan thema Peluang dan Ancaman Menuju Provinsi Papua Tengah yang rencananya digelar pada Minggu, 28 Februari 2021 patut untuk diikuti oleh masyarakat Timika.
Hal ini karena, dalam kegiatan yang diinisiasi oleh HMI Komisariat Mimika dan GMKI Komisariat Mimika akan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni.
Dalam catatan fajarpapua.com, sejumlah aktivis dan juga akademisi baik dari Papua dan luar Papua didaulat sebagai narasumber dalam Webinar tersebut.
Hadir sebagai narasumber diantaranya Robby Kamaniel Omaleng, politikus Partai Golkar yang saat ini duduk sebagai Ketua DPRD Mimika.

Leonardus Tumuka, intelektual Suku Kamoro yang juga tercatat meraih gelar Ph.D Community Development at College of Public Affairs, University of The Philippine Los Banos.
Selain itu, ia juga pernah menjabat Community Partner Hospital di Rumah Sakit Mitra Masyarakat Timika, Papua.
Tercatat juga nama DR. Septinus Saa SSos, MSi, akademisi yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Cenderawasih, Jayapura sebagai narasumber.
Yang terakhir, Webinar ini juga menghadirkan aktivis dan juga pejuang HAM asal Papua Latifah Anum Siregar. Wanita berjilbab ini juga dikenal sebagai perempuan pengacara hak asasi manusia pertama di tanah Papua.
Terkait rencana pelaksanaan Webinar ini, Ketua GMKI Komisariat Mimika, Richard Tutu mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini adalah
untuk memecahkan dan memberi masukan terkait pro dan kontra pemekaran Provinsi Papua Tengah.
"Sehingga kita semua bisa tahu kedepan peluang apa yang akan didapat dan ancaman apa yang akan dihapapi kedepan," jelasnya.
Richard berharap, Webinar ini mampu menambah wawasan, ilmu pengetahuan, serta pemahaman terhadap realita yang dihadapi saat ini terkait wacana pemekaran Provinsi Papua Tengah.
Sedangkan Ketua HMI Komisariat Mimika, Muhammad Amin mengungkapkan, Webinar juga bertujuan untuk membuka dan memberikan wawasan bagi khalayak umum, khususnya masyarakat mengenai agenda serta persoalan pemekaran di Tanah Papua.
"Sangat penting bagi kita mengikuti kegiatan ini sebagai bahan masukan dan refensi. Setiap pandangan pro dan kontra itu hal biasa, sehingga dengan adanya kegiatan ini semoga dapat menjadi salah satu referensi dan masukan yg baik untuk langkah yang tepat bagi tanah Papua khususnya Kota Timika," ujarnya. (mas)

