Bupati Diingatkan Stop Beri Ijin Pemanfaatan Areal Hutan Sagu, Resikonya Berbahaya

by -
Hutan sagu
Hutan sagu yang dihancurkan untuk pembangunan jalan dan perumahan.

Jayapura, fajarpapua.com – Papua dikenal sebagai daerah dengan jutaan hektare sagu. Namun belakangan banyak pohon sagu yang ditebang untuk areal perkebunan atau pembangunan rumah.

Terkait hal itu, Wakil Gubernur Provinsi Papua Klemen Tinal meminta para bupati untuk tidak menerbitkan izin penggunaan lahan di areal maupun kawasan hutan sagu.

Berbicara melalui laman Pemprov Papua, Sabtu (27/2), Wagub Klemen mengatakan pembangunan perumahan di kawasan hutan sagu sangat beresiko bagi keselestarian makanan pokok orang Papua itu.

“Kami pemerintah provinsi mengingatkan kepada kepala daerah, jangan sampai lahan tempat areal hutan sagu itu dipakai untuk hal lain. Bupatinya harus tegas supaya areal hutan sagu bisa terus terjaga,” ungkap Wagub Papua Klemen Tinal.

Orang nomor dua di Provinsi Papua itu mengkritisi pembangunan perumahan yang terjadi di kawasan hutan sagu. Dimana hal tersebut dinilainya dapat merusak lingkungan serta mengurangi potensi pendapatan masyarakat adat dari sagu.

“Makanya kita tegas meminta untuk jangan lagi pohon sagu kita ditebang untuk kepentingan apa pun,” tandasnya.

Dia menilai, yang salah bukan mereka yang menebang atau membangun perumahan, tetapi kejadian itu merupakan kesalahan bupati setempat yang memberikan izin pembangunan di areal tanaman sagu.

Dia menyebut, sagu merupakan pohon serba guna karena dari batang, daun dan buah bisa diolah menjadi bahan jadi atau makanan bahkan kerajinan tangan.

Bagian sagu yang bisa diolah menjadi makanan (papeda san lainnya) adalah batangnya. Batang sagu juga bisa dijadikan untuk dinding rumah.