Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Apesss !!!, Warga Timika ini Diteror Pinjaman online, Seluruh Kerabatnya Juga Ikut Diteror

Korban Teror Pinjaman Online
Korban Teror Pinjaman OnlineFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Seperti diketahui, data pribadi khususnya KTP (Kartu Tanda Penduduk) maupun KK (Kartu Keluarga) adalah data yang sangat sensitif dan harus dijaga kerahasiaannya.

Bocornya informasi dari kedua atau salah satu kartu identitas tersebut bisa mengakibatkan malapetaka.

Seperti dikutip dari group facebook INFO TIMIKA 24 JAM, group facebook yang menyajikan berita-berita terhangat kota Timika dan Papua, account Princess Ikky Roezlandky selaku korban mengalami tindakan teror dari salah satu PINJOL (Pinjaman Online).

Princess Ikky "dituduh" tidak membayar cicilan yang sudah dipinjam. Sontak korban kaget karena selama ini tidak pernah meminjam bahkan menginstal apapun tentang aplikasi PINJOL tersebut.

Berawal dari peretasan nomor whatsapp kemudian diteror karena pinjaman online. Team IT dari fajarpapua.com mencoba melakukan tracing bagaimana motif yang digunakan oleh para pemburu data ini.

Terlihat jelas bahwa data korban sudah diketahui oleh para pelaku kejahatan tersebut. Mereka memanfaatkan social media karena "keteledoran" korban yang acap kali membagi data rahasia lewat account social medianya.

Dari data yang sudah dikumpulkan kemudian pelaku melakukan verifikasi lewat whatsapp dimana sebelum hal itu dilakukan pelaku terlebih dahulu meretas whatsapp korban.

Ada banyak cara untuk meretas whatsapp (tetapi demi keamanan team fajarpapua tidak menulisnya). Setelah whatsapp berhasil diambil alih, para pelaku mendaftarkan data yang sudah didapat lalu melakukan verifikasi.

Selanjutnya data yang diberikan akan dianggap benar jika verifikasi dilakukan kemudian OTP (on time password) yang dikirimkan lewat whatsapp sebelumnya dikirim kembali ke server untuk kemudian dinilai valid oleh Pinjaman Online.

Efek lain dari para korban adalah seluruh kontak yang ada dalam HP akan diteror oleh para Pinjaman Online. Karena mereka akan mencari seluruh kontak saudara bahkan relasi kemudian melakukan penekanan psikis terhadap mereka agar target korban mau membayar cicilan yang sudah dipinjam.

Kesalahan yang terlihat dari beberapa pinjaman online, ketika team fajarpapua melakukan crosschek adalah mereka tidak melakukan verifikasi penerimaan dengan mewajibkan nama yang sesuai dengan rekening.

Padahal dengan begitu tentunya para pelaku kejahatan tidak dengan mudah melakukan pinjaman kemudian menarik uangnya.

Pencurian data sudah marak terjadi tidak hanya di kota besar, bahkan sekelas kota Timika sekarang sudah banyak yang menjadi target dari aksi pencurian seperti ini.(isa)