Bupati Merauke Pertimbangkan Rencana Lockdown, Ungkap Cara Lain Hindari Covid 19

by -
Bupati Merauke
Bupati Merauke Drs Romanus Mbraka

Merauke, fajarpapua.com – Sebagaimana diberitakan di berbagai media sebelumnya bahwa Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT akan mengambil kebijakan untuk memberlakukan ‘Lockdown’ di Kabupaten Merauke selama 5 hari dalam rangka penanganan Covid-19 untuk penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga, kantor-kantor dan pelbagai sudut kota Merauke.

Hal itu dilakukan guna mensterilkan Kabupaten Merauke dari masuknya wabah virus yang viral dan berbahaya ini dari luar daerah, sehingga mata rantai penularannya diputuskan.

Namun karena berbagai hal, wacana pemberlakuan Lockdown yang sedianya bakal diterapkan, kini dipertimbangkan.

“Kalau dengar-dengar wacana lockdown, saya masih mempertimbangkan dulu. Karena hari Senin, saya akan buka selain untuk vaksin, juga Rapid Test gratis kepada rakyat, biar kita tidak saling curiga antara satu dengan yang lain,” ujar Bupati Mbaraka dalam sambutan di hadapan umat Muslim pada malam Peringatan Isra Mi’raj 1442 Hijriyah di Masjid Raya Al-Aqsa Merauke, Rabu (10/3).

Bupati Romanus Mbaraka justru memberikan tips kesehatan pencegahan Covid-19 dengan mengonsumsi minuman jahe merah dan serai merah. Dia juga akan membantu dana untuk pengadaan minuman tradisional kesehatan itu dengan dana Rp 5 juta untuk setiap rumah ibadah baik di masjid maupun gereja.

“Saya akan bantu uang kira-kira Rp.5 juta untuk semua pengurus besar untuk setiap hari Jumat saat Jumatan, saya mau kita orang masak jahe merah dan serai merah, sehingga orang selesai Shalat keluar minum gratis. Minimal bisa mencegah Covid, ya, seperti itu.

“Kita sederhana saja, minuman jahe merah dan serai merah. Saya akan keliling semua gereja dan masjid, saya mau kasih. Tapi harus jujur masak itu jahe, dan gratis bagi siapa saja minum, jangan pungut biaya lagi,” ujar Bupati Mbaraka dengan setengah berseloroh.