Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Diresmikan, Ini Nama Jembatan Sandaran Perahu "Timuka" Tiwaka, Wabup Mimika Juga Resmikan Proyek PLTS

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob meresmikan jembatan sandaran perahu Tiwaka
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob meresmikan jembatan sandaran perahu TiwakaFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, Kamis (11/3) meresmikan penggunaan jembatan sandaran perahu Tiwaka (Timuka). Selain jembatan, Wabup JR juga meresmikan pencanangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Seperti disaksikan fajarpapua.com, acara peresmian ditandai pengguntingan pita. Turut hadir Wakil Ketua 2 DPRD Mimika, Yohanes Felix Heliyanan, sejumlah pimpinan OPD, forkopimda, serta ratusan masyarakat lima kampung.

Dalam peresmian itu, Wabup JR mengumumkan jembatan sandaran Tiwaka dinamai Paulinus Matamoa. Paulinus adalah kepala kampung pertama Timuka yang juga seorang mantan polisi.

Setelah peresmian acara dilanjutkan peletakan batu pertama program Mimika Terang yakni PLTS Tiwaka.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengawali sambutan memperkenalkan sejumlah pimpinan OPD yang hadir yakni kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra, kepala Dinas Kominfo Abraham Kateyau, kepala Bappenda yang diwakili Hendrik Setitit, Kabag Kesra, Kabag Tatapem Hengky Amisim, perwakilan Bappenda, mewakili Dinas Pariwisata Daniel Orun, aparat distrik serta sejumlah awak media.

"Syukur ini yang pertama omtob ke sini. Bupati tidak hadir, beliau minta maaf karena ada kegiatan penting dimana beliau selaku ketua," ungkap Wabup JR.

Dikatakan, pada Kamis pagi dirinya sudah berkeliling Atuka, dilanjutkan Tiwaka dengan berjalan kaki. "Capai yah, tapi saya senang bisa bertemu masyarakat di sini. Banyak hal yang saya dengar dan lihat langsung," paparnya.

Dia melanjutkan, pihaknya sudah mendapat surat aspirasi pergantian nama Tiwaka kembali ke nama asli Timuka.

"Tapi ini semua harus melalui prosedur karena proses administrasi sampai Jakarta. Harap Tatapem bisa kawal," paparnya.

Terkait peresmian jembatan, Wabup JR menyampaikan acungan jempol bagi warga yang tidak menunggu dana proyek dari PU atau Dinas Perhubungan tapi menggunakan dana desa untuk membangun jembatan.

Dihadiri Manager PLN yang diwakili Bagian Perencanaan, Edy, Wabup JR mengatakan Pemda Mimika bersama PLN canangkan program Mimika Terang 2022 atau lebih cepat dari Papua Terang 2023 dan Indonesia Terang 2024.

"Meski 12 jam saja terang setidaknya sudah membantu, tapi kami upayakan terang selama 24 jam, nanti PLN yang jelaskan. Soal jaringan internet, Telkomsel juga sudah masuk di Mikteng. Tahun lalu kita bangun puskesmas di Atuka. Cuma isinya belum ada," ungkapnya.

Dijelaskan, dirinya sudah melihat SD YPPK Atuka, SD Negeri Atuka, dan SMP Negeri Atuka.

"Saya sudah dapat banyak masukan yang nanti kami evaluasi. Saya sudah kunjungi SD YPPK Don Bosco, sekolah itu ada 6 kelas, murid 170 orang tapi hanya diajari 4 guru. Padahal outputnya sudah ada yang jadi wakil bupati, uskup dan anggota DPRD. Ini harus dicarikan solusi," bebernya.

Acara dilanjutkan penyampaiam aspirasi warga lima kampung yang dijawab masing-masing pimpinan OPD terutama bidang kesehatan, olahraga, pariwisata dan komunikasi.(tim)