Timika, fajarpapua.com - Ada dua topik utama yang disampaikan oleh sejumlah wartawan dan pekerja pers dalam Media Gathering bertajuk Ngopi Bareng Sekda Kabupaten Mimika yang berlangsung, Jum'at (12/3) di Balliem Cafe, Horison Hotel Timika.
Dua topik yang mengemuka dalam giat yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mimikaserta Bagian Humas Setda Mimika tersebut adalah masalah keterbukaan informasi publik dan pembinaan media
Husyen Abdillah salam satu wartawan media online di Timika mengungkapkan, bahwa selama ini belum ada perhatian yang maksimal dari Pemda Mimika kepada media di Timika.
"Pertemuan seperti ini sangat baik dan kedepannya kami berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan media karena juga turut berkontribusi bagi daerah," ujarnya.
Selain itu dirinya juga berharap, keinginan Sekda Mimika yang meminta seluruh pimpinan OPD untuk tidak alergi dengan media dapat dijalankan dengan baik.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Komisaris PT Fajar Papua Media Utama penerbit portal fajarpapua.com, Mustofa yang menilai pengunaan dan alokasi dana pembinaan pers di Mimika hanya bertumpu pada beberapa media.
"Teman-teman media lainnya sebenarnya juga berhak terhadap dana pembinaan tersebut dan OPD terkait seharusnya menjalankan itu," katanya.
Sementara terkait dengan keterbukaan informasi Mustofa mendukung pernyataan Husyen Abdillah yang mengharapkan tidak ada lagi pejabat publik yang berdalih untuk menghindari media.
Penegasan terhadap keterbukaan informasi ini juga disampaikan oleh, Yohanis Samuel Nussy yang merupakan salah satu wartawan senior di Timika. "Hukumnya wajib bagi setiap pejabat publik untuk memberikan keterangan terkait bidangnya jika ditemui media," jelasnya.
Sedangkan Anggota DPRD Mimika, Tanzil Azhari mengungkapkan bahwa sudah selayaknya Pemda Mimika membantu pekerja media yang berkarya di daerah ini.
"Pekerja media diakui atau tidak telah turut andil dalam merubah daerah ini, sehingga sangat pantas mereka dibantu," ujarnya.
Sementara Sekda Mimika, Michael Rooney Gomar SSTP, MSi sebelumnya menyatakan kegiatan Ngopi Bareng dimaksudkan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara media dengan pemerintah kabupaten mimika.
"Kita juga mendengarkan aspirasi teman-teman media. Sebagai bahan input dan bahan evaluasi Pemda Mimika, karena pemerintahan saat ini berbeda dengan jaman dulu, yang saat ini bergerak cepat, berubah cepat," kata Sekda Mimika.
Sekda Gomar juga mengatakan peran media dalam era digitalisasi saat ini lebih cepat memberikan informasi dan membentuk opini masyarakat seluruh Indonesia terkait Kabupaten Mimika.
"Maka dari itu, Dengan masukan dari teman-teman media, sehingga kami pemerintah daerah bisa melakukan pembenahan dan perubahan untuk Kabupaten Mimika dengan lebih cepat ke depanya," tegasnya. (rul)

