Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Kapal Sirimau Masuk Pomako, Kopor Pakaian yang Dipikul TKBM Terasa Berat, Polisi Curiga Akhirnya Temukan Ini

Polsek KP3 Laut Pomako merazia minuman keras.
Polsek KP3 Laut Pomako merazia minuman keras.Foto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca1 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Aparat Kepolisian Sektor Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Laut Pomako berhasil menyita ratusan liter minuman keras lokal (Milo) jenis sopi, yang dibawa penumpang kapal tujuan Timika.

Berdasarkan informasi yang diterima fajarpapua.com, ratusan liter sopi tersebut disita dari sejumlah penumpang KM Sirimau yang turun di Pelabuhan Pomako, Sabtu lalu.

Kapolsek KP3 Laut, Ipda Made Aribawa saat dihubungi mengatakan, pihaknya menyita ratusan liter Milo yang dikemas dalam jerigen ukuran 5 liter, botol air mineral 1500 mililiter dan botol minuman air mineral ukuran 600 mililiter.

Menurut Made, dalam aksinya para pemilik Sopi menggunakan berbagai modus untuk menyelundupkan Milo ke Timika.

Bahkan untuk mengelabuhi petugas ada pemilik yang mengemas sopi miliknya dengan menggunakan kopor yang biasa dipakai untuk menempatkan pakaian.

"Pemilik menggunakan jasa buruh angkut, namun saat kami periksa kopor tersebut sangat berat. Dan setelah setelah kami periksa ternyata berisi sopi," jelasnya.

Setelah dihitung, lanjutnya, setidaknya ada 100 botol 600 mililiter berisi sopi di dalam tersebut. "Dari dalam kopor, petugas berhasil menyita kurang lebih 60 liter sopi yang dikemas dalam 100 botol," jelasnya.

Selain itu lanjut Made, petugas juga berhasil mengamankan sopi yang dikemas dalam jerigen minyak goreng ukuran 5 liter. "Untuk sopi dalam jerigen dan botol ukuran 1.500 mililter disembunyikan pelaku dalam karton," jelasnya.

Terkait barang bukti yang disita, Made mengatakan pihaknya langsung melakukan pemusnahan dengan cara membuang ke perairan Pelabuhan Pomako.

"Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, kami langsung memusnahkan sopi tersebut dihadapan masyarakat dengan menuangkan ke perairan pelabuhan," ujarnya.

Namun lanjut Made, dalam sweeping tersebut pihaknya tidak menemukan pemilik sopi.

โ€œDalam sweeping kemarin, kami berhasil menemukan sopi tetapi tidak ada pemiliknya. Karena pada umumnya mereka menggunakan jasa buruh, sehingga saat sopi ditahsn kemungkinan mereka takut dan langsung meninggalkan pelabuhan," katanya. (mas)