Timika, fajarpapua.com - Jajaran TNI Pangkalan Udara (Lanud) Yohanis Kapiyau Timika, Jumat (9/4) memperingati hari ulang tahun (HUT) TNI AU ke-75 secara sederhana.
Ketika dikonfirmasi fajarpapua.com, Danlanud YK, Letkol Penerbang Suronno mengatakan, peringatan kali ini dilaksanakan secara sederhana lantaran pandemi covid 19.
"Kami hanya upacara internal dan pemotongan tumpeng," paparnya.
Pada kesempatan itu Letkol Suronno menyampaikan amanat Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P.
Berikut petikan langsung. "Sejak didirikan 75 tahun yang lalu, TNI Angkatan Udara telah mampu menunjukkan eksistensinya dalam menjaga kedaulatan negara di udara. Berbagai tugas yang diamanahkan, senantiasa dapat dilaksanakan dengan upaya terbaik dan mencapai hasil yang diharapkan.
Selama masa pengabdian panjang tersebut pula, TNI Angkatan Udara telah melalui berbagai era, menghadapi berbagai dinamika tantangan global, sekaligus menyesuaikan diri dengan berbagai paradigma yang terus berganti.
Kini, saat genap berusia 75 tahun, TNI Angkatan Udara telah berada pada level dan kondisi yang semakin profesional.
Pencapaian tersebut tentunya tidak terlepas dari upaya dan kerja keras para pendahulu, yang telah berjuang dengan penuh semangat pengabdian untuk kemajuan TNI Angkatan Udara, dalam mempertahankan tanah air dan angkasa Indonesia.
Mewakili keluarga besar TNI Angkatan Udara, saya menyampaikan rasa hormat, rasa bangga, serta apresiasi tertinggi kepada para senior dan para pendahulu, yang telah berhasil menjalankan tugas pengabdiannya dengan baik, sehingga TNI Angkatan Udara, mampu meraih berbagai pencapaian, sebagaimana yang kini dapat kita saksikan bersama.
Para Perwira, Bintara, dan Tamtama, serta Pegawai Negeri Sipil TNI Angkatan
Udara yang saya banggakan,
Melihat kembali dinamika lingkungan strategis dan perkembangan situasi global dalam kurun waktu satu sampai dua dekade terakhir, saya memandang kompleksitas ancaman dan tantangan yang kita hadapi ke depan, akan terus bergerak semakin unpredictable.
Seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan zaman yang semakin tidak dapat diprediksi, TNI Angkatan Udara pun menghadapi tantangan dan ancaman yang semakin kompleks, dan bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Terlebih lagi, ancaman yang datang kini tidak hanya bersifat linear. Namun juga, bersifat hibrida dan asimetris, yang bahkan juga semakin berkembang dengan adanya pemanfaatan “persenjataan” non-kinetik.
Untuk itulah, TNI Angkatan Udara harus senantiasa mampu beradaptasi dengan segala perkembangan yang terjadi.
Berangkat dari hal tersebut, saya bertekad untuk mewujudkan TNI Angkatan Udara yang disegani di kawasan. Yakni, TNI Angkatan Udara yang bisa bertransformasi dan senantiasa mampu menyesuaikan diri, dalam mewujudkan air power yang sesuai dengan era yang dihadapi.
Transformasi air power yang modern, membutuhkan lebih dari sekedar kepemilikan platform alutsista generasi terkini.
Sumber Daya Manusia yang unggul, organisasi yang baik, serta kebijakan yang tepat, akan memiliki peran sentral untuk dapat memaksimalkan peran dan mewujudkan tugas-tugas yang diamanahkan kepada TNI Angkatan Udara.
Terlebih lagi, kehadiran TNI Angkatan Udara juga memiliki konteks strategis dalam sebuah negara, dan dapat menjadi faktor langsung maupun tidak langsung, yang turut mendorong tercapainya pembangunan nasional yang berkesinambungan.
Kunci meraih keberhasilan dalam mencapai transformasi ini, tentu kembali pada kualitas SDM Angkatan Udara. Untuk itu, perbaikan pada sisi pengembangan kualitas SDM, harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Dan berbagai upaya ini membutuhkan dukungan dari seluruh prajurit dan pegawai negeri sipil TNI Angkatan Udara.
Sebagai generasi penerus Angkatan Udara, kita berkewajiban untuk melanjutkan tongkat estafet pengabdian ini, dengan semangat yang sama, dan bahkan lebih tinggi.
Kita harus optimis, dengan komitmen dan upaya yang kuat dari seluruh unsur, citacita untuk menjadi TNI Angkatan Udara yang disegani, insya Allah dapat segera terwujud.
Para hadirin dan peserta upacara sekalian yang berbahagia,
Dalam satu tahun terakhir, bangsa Indonesia telah menghadapi berbagai ujian dan cobaan. Upaya penanggulangan bencana alam maupun non-alam, penanggulangan kelompok kriminal separatis bersenjata, serta dukungan kepada pemerintah dalam mempercepat penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, adalah sebagian tugas yang telah dilaksanakan oleh para prajurit Angkatan Udara.
Jika para pendahulu angkatan udara berjuang dalam bentuk peperangan melawan penjajahan dan pemberontakan. Saat ini, para prajurit berjuang untuk mengatasi ancaman dan tantangan yang sudah jauh berubah.
Meskipun berbeda, namun esensi dari perjuangan tersebut tetap sama, yaitu demi menjaga kedaulatan negara dan keselamatan seluruh bangsa Indonesia.
Inilah yang menjadi wujud patriotisme di masa kini. Dan dengan semangat perjuangan yang tetap sama sejak 75 tahun lalu, semangat pengabdian ini harus senantiasa kita jaga dan kita tingkatkan.
Sementara itu, seiring kemajuan teknologi dan perubahan zaman, segenap prajurit TNI Angkatan Udara juga harus terus mengasah diri dan menambah wawasan, untuk memastikan keberhasilan tugas pada masa-masa yang akan datang.
Karena sampai kapan pun, bangsa dan negara ini akan terus membutuhkan kehadiran TNI Angkatan Udara, kehadiran segenap prajurit Swa Bhuwana Paksa.
Terlebih lagi, ujian pandemi COVID-19 telah mengubah berbagai sendi kehidupan kita, termasuk juga dalam pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara. Pandemi tidak serta merta menurunkan prediksi ancaman, karena berbagai konflik dan flash point tetap terjadi di berbagai penjuru dunia.
Untuk itu, TNI Angkatan Udara harus senantiasa mampu melaksanakan tugasnya, kapan pun dan bagaimana pun kondisi yang kita hadapi.
Mengutip amanah Presiden Republik Indonesia kepada segenap prajurit TNIPOLRI di awal tahun 2021 ini, bahwa:
“Dari pandemi ini kita belajar bukan hanya untuk menyelesaikan krisis, namun bagaimana mengambil hikmah yang dapat dimanfaatkan demi kemajuan bangsa”.
Segenap unsur TNI Angkatan Udara, tidak boleh menyerah dan harus tetap bersemangat dalam menghadapi situasi apa pun. Pasti ada hikmah yang dapat kita ambil dari setiap ujian yang dihadapi.
Untuk itu, sebelum menutup sambutan ini, selaku Kepala Staf Angkatan Udara, saya ingin menggugah semangat dan menyampaikan pesan kepada seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, dan Pegawai Negeri Sipil TNI Angkatan Udara, di manapun kalian berada.
Terus tingkatkan keimanan dan ketakwaan kalian, dan jadikanlah ibadah dan doa, sebagai landasan perjuangan TNI Angkatan Udara.
Tumbuhkan kehormatan di dalam diri. Jadilah prajurit profesional yang mampu wujudkan TNI Angkatan Udara yang disegani.
Terus kembangkan semangat juang, untuk memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara, di mana pun kalian berada, melalui TNI Angkatan Udara yang kita cintai.
Akhirnya, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian tanpa batas dari seluruh prajurit TNI Angkatan Udara.
Terima kasih juga kepada seluruh keluarga prajurit, yang telah rela berkorban dan terus mendukung para prajurit, sehingga semangat pengabdian mereka terus menyala demi kejayaan Indonesia.(red)

