Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Jualan Mama-mama Papua di Pasar Sentral Tidak Laku, DPRD Mimika Minta Pemda Tutup Pasar SP 2 dan Gorong-gorong

IMG 20210413 WA0037
IMG 20210413 WA0037Foto / MIMIKA
fajar Papua2 menit baca0 kali dibaca

Timika,fajarpapua.com - Mama-mama Papua yang menjadi pedagang di Pasar Sentral Timika mengaku barang jualan mereka tidak laku karena kurangnya pembeli.

Selain itu mereka juga mengaku tersiksa dengan bau busuk yang timbul dari tumpukan sampah yang jarang diangkut oleh petugas.

Keluhan ini direspon positif Komisi B, DPRD Mimika yang sedang melakukan monitoring dan kunjungan ke Pasar Sentral Timika, Senin lalu.

Anggota dewan dari Partai Gerindra, M Nurman Karopukaro seusai kegiatan kepada fajarpapua.com mengatakan, pemerintah dalam hal ini Disperindag Kabupaten Mimika mencarikan solusi terhadap keluhan pedagang itu.

Nurman juga meminta Disperindag Mimika sebaiknya menutup sejumlah pasar yang ada dalam kota seperti Pasar Gorong-gorong dan Pasar SP II Timika.

"Kami harapkan Disperindag segera tindaklanjuti permintaan mama-mama ini. Kasihan mereka barang tidak laku karena tidak ada pembeli yang datang belanja di tempat jualan mereka," ujarnya.

Nurman mengakui, mama-mama Papua yang berjualan mengaku sudah tidak betah jualan dalam Pasar Sentral Timika karena barang jualan mereka tidak laku.

"Kalau tidak laku, apa yang akan mereka bawa pulang ke rumah untuk keluarga. Ini harus segera dicari solusinya," tegasnya.

Selain mengeluhkan sepinya pembeli, Komisi B juga menerima keluhan soal penanganan sampah didalam Pasar Sentral Timika yang tidak kunjung beres.

Bahkan saat ini, sampah sudah membusuk dan menimbulkan bau busuk karena berminggu-minggu tidak pernah angkut.

Para pedagang mengaku tidak tahu persis masalah apa sehingga petugas kebersihan tidak mengangkut sampah tersebut.

Menyikapi hal ini, DPRD Mimika berjanji akan mengundang dan berdiskusi dengan OPD teknis yang mengurus soal sampah.

"Dewan perlu meminta penjelasan dari instansi teknis karena mereka yang lebih tahu. Kalau sampah sampai tidak angkut pasti akan bau busuk dan bisa jadi pemicu munculnya penyakit bagi warga pasar," jelas Nurman.

Sementara Ketua Komisi B DPRD Mimika, Ir.Rizal Patadan mengakui, dalam kegiatan tersebut para pedagang mengeluhkan soal sampah yang tidak diangkut dan sudah bau busuk.

Dia mengharapkan hal ini dapat direspon oleh OPD teknis sekaligus dapat menjelaskan alasan apa sehingga selama ini petugas enggan masuk dalam pasar. (mar)