Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Takut Jadi Temuan BPK, Gaji Staf Khusus Bupati Mimika Dipangkas, Yohanes Kemong Langsung Mundur

20210430 154200
20210430 154200Foto / MIMIKA
fajar Papua4 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua. - Juru Bicara (Jubir) yang juga staf khusus bupati Mimika Yohanes Kemong melalui pengumuman terbuka di media daring menyatakan mundur dari status sebagai jubir bupati.

Pengundaran diri YK (Yohanes Kemong) sebagai bentuk ketidakpuasan setelah gaji yang diterimanya dipangkas hingga 60 persen.

Sementara sumber internal Pemda Mimika menyebutkan pemangkasan gaji dilakukan sebab hasil konsultasi dengan Kemendagri jabatan stafsus tidak ada dalam aturan, dan pemberian gaji stafsus bisa menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Yohanes Kemong ketika dikonfirmasi fajarpapua.com melalui sambungan telepon seluler, Kamis, mengatakan pemangkasan gaji dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya.

"Beberapa hari lalu saya cek gaji di rekening yang masuk sedikit sekali. Saya heran kenapa mereka kasih kurang tanpa sepengetahuan kami," ungkap YK.

Dikatakan pada tahun 2020 mereka menerima gaji pokok setara eselon II B sebesar Rp 10 juta ditambah tunjangan sekitar Rp 4 juta sehingga total yang diterima setiap bulan Rp 14 juta.

Namun pada Januari 2021 gaji pokok dipangkas Rp 3 juta sehingga yang diterima Rp 7 juta. Lalu pada April 2021 ini, YK mengaku menerima hanya Rp 4.750.000.

"Luar biasa, yang potong ini Inspektorat. Mereka tidak mau kami gaji bagus. Padahal kami kerja keras bantu pemerintah supaya tidak didemo masyarakat," ujarnya.

Ketika ditanya alasan pemotongan lantaran jadi temuan BPK, YK mengatakan semestinya pemberitahuan melalui surat resmi.

"Bilang terus terang, kalau memang kami bubar yah bilang, kalau takut BPK yah kenapa kami diangkat. Saya tunggu Inspektorat buat surat tertulis. Karena kepala Inspektorat sekarang dulu Kabag Hukum, beliau yang kasih telaah makanya kami ada. Kenapa setelah kami sudah aman-aman dengan gaji bagus baru dia kasih turun lagi," ungkap YK.

Menanggapi itu, Kepala Inspektorat Sihol Parlinghotan SH menyatakan dirinya tidak berurusan dengan gaji maupun SK sebab bukan lagi Kabag Hukum. Sihol enggan berkomentar lebih jauh tentang tuntuan YK. "Sekarang saya bukan Kabag hukum lagi," ungkapnya kepada fajarpapua.com.

Sementara Kepala Bagian Hukum, Jambia Wadan Sao SH ketika dikonfirmasi awak media ini juga enggan berkomentar soal alasan pengunduran diri YK.

Disisi lain sejumlah pihak menyambut baik pengunduran diri YK. "Saya kira bagus beliau mundur daripada nanti jadi temuan BPK. Kasihan sudah enak terima gaji lalu masuk penjara," ungkap Marthin warga Timika.

Dia berharap YK setelah mundur mulai bekerja untuk rakyat, bukan membela kekuasaan. "Keputusan beliau luar biasa, asal jangan hanya gertak sambal, umumkan keluar padahal besok jadi jubir lagi, itu plin plan namanya," tukasnya.

Sedangkan warga lain berharap Bupati Mimika memperdayakan para pejabat nonjob yang sudah makan garam di dunia birokasi agar dipercayakan sebagai staf ahli. "Ada banyak pejabat pintar yang non job, mestinya pakai mereka sebagai staf ahli karena mereka sudah makan garam di dunia ASN. Buat apa angkat orang luar yang sama sekali tidak paham birokrasi tapi gajinya malah setara kepala dinas," tutur Arsel.

Berikut pernyataan langsung pengunduran diri YK.

"Teman2 Staf Khusus atau Tenaga Ahli Bupati Mimika yang Terrhormat.

Izinkan Saya YOHANES KEMONG Salah Satu Staf Khusus atau Tenaga Ahli Bupati Mimika INGIN MENYAMPAIKAN : ISI HATI SAYA soal Tarik Menarik hingga Terganggu STATUS STAF KHUSUS dengan Berbagai Telaan Hukum oleh : Kabag Hukum, Inspektur, hingga Sekda selama -+ 4 bulan ini.

Maka Saya Berpendapat Bahwa :

  1. Dengan Kehadiran Saya dan Kami Yang disebut Staf Khusus Membuat Terganggu Kinerja Orang - orang yang Selama ini Bekerja Dengan Penipuan Terhadap Bapak Bupati.
  2. Dengan kehadiran Saya dengan Teman" membuat Tidak ada Ruang Bergerak Mereka ke Bapak Bupati.
  3. Dengan Kehadiran Saya dengan Teman2 Membuat HilangNya Kepercayaan Bupati Terhadap Mereka.

AKHIIRNYA :
Saya YOHANES KEMONG Memilih untuk MENGUNDURKAN DIRI .

ALASAN :

Saya YOHANES KEMONG Tidak HILANG NYAWA SAYA atas Kepentingan Oknum2 tertentu di Birokrasi Pemerintahan di Lingkup Pemda Mimika.

Saya Yohanes Kemong Adalah Harapan Intelektual Pribumi Mimika dan Harapan Masyarakat Asli Mimika.

Saya Yohanes Kemong adalah Figur dan Kader Mimika yg harus Berhati - hati agar tidak jadi Korban Nyawa.

Dengan Dasar itu Dalam Waktu Dekat Saya akan Ketemu BUPATI Mimika, Bapak ELTINUS OMALENG, SE. MH untuk Menyampaikan Apa yang Terjadi Terhadap Diri Saya dan Sekaligus Menyampaikan Ucapan Terima Kasih dan Sekaligus Untuk MINTA PAMIT Mau MUNDUR DARI JABATAN JUBIR sebagai STAF KHUSUS.

Demikian Saya Sampaikan ini untuk di ketahui.

Amolonggo Nimao Witimi.

Semoga pernyataan diatas benar adanya. Dan semua katakan Amiiiin.