Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

RSUD Mimika Kewalahan Penuhi Kebutuhan Darah, Aksi Donor Darah di Kantor Bupati Sepi Peminat

Direktur RSUD Mimika dr Anton Pasulu
Direktur RSUD Mimika dr Anton PasuluFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Dalam beberapa bulan belakangan stok darah di RSUD Mimika sudah menipis sementara disisi lain permintaan transfusi darah meningkat. Akibatnya, rumah sakit milik daerah tersebut cukup kewalahan dalam memenuhi permintaan darah.

Sementara, aksi kegiatan donor darah yang dilakukan di Pusat Pemerintahan SP 3 (Kantor Bupati), Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana sepi peminat karena minimnya animo pegawai baik ASN maupun honorer.

Direktur RSUD Mimika, dr Anton Pasulu kepada fajarpapua.com, akhir pekan lalu mengatakan dalam beberapa bulan ini permintaan darah sangat tinggi.

"RSUD Mimika sudah kewalahan karena stok darah menipis, sehingga kami berinisiatif mengadakan donor darah salah satunya di pelataran Gedung Induk Puspem Mimika," ujarnya.

Diakui oleh dr. Anton, pada kegiatan di Puspem Mimika tersebut target yang dicapai tidak sesuai ekspektasi karena minimnya pendonor.

"Intinya RSUD Mimika saat ini sangat membutuhkan darah karena banyak permintaan. Agar bisa memenuhi kebutuhan permintaan dari pasien yang dirawat, kami akan terus berinisiatif menggelar aksi donor dimana pun," jelasnya.

Diakui dr. Anton saat sebelum pandemi pihaknya relatif tidak mengalami kesulitan karena setiap minggu selalu ada saja komunitas yang meminta melakukan donor.

"Donor darah sebelum pandemi sangat aktif karena biasanya kelompok keluarga, komunitas, perusahaan, instansi pemerintah dan TNI maupun Polri rutin mendonorkan darahnya," jelasnya.

Namun dengan adanya pandemi Covid-19 lanjutnya ruang gerak warga begitu terbatas termasuk untuk kegiatan donor darah.

"Harapan saya, instansi pemerintah, TNI, Polri, komunitas dan kelompok lainnya dapat menghidupkan kembali semangat untuk saling menolong orang lain yang membutuhkan darah," harapnya. (mar)