Viral Foto Murid SD Duduk di Lantai, Doktor Asal Kamoro Kritik Pendidikan Mimika, Dinilai Rusak dan Sarat Sentimen Pribadi

by -
Tumuka
Dr. Leonardus Tumuka

Timika, fajarpapua.com – Doktor asal Kamoro Dr Leonard Tumuka menilai wajah pendidikan Mimika pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2021 tidak seperti yang diharapkan semua pihak.

Apalagi, bertepatan dengan hari bersejarah itu, foto para murid SD Negeri Kokonao terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di lantai viral di media sosial. Kondisi ini dinilai sebagai representasi wajah pendidikan Mimika yang sebenarnya.

Tampak bangunan SD Inpres Aikawapuka
Tampak bangunan SD Inpres Aikawapuka

“Saya rasa pendidikan Mimika harus diselamatkan, bupati sebagai anak Amungme harus melihat hal ini secara jeli,” ungkap Leo kepada fajarpapua.com, Selasa (4/5).

Ia mengatakan, sentimen pribadi dalam mengelola pendidikan di Mimika sangat nampak. Akibatnya YPGI yang mendidik anak-anak wilayah gunung dan YPPK yang mendidik anak-anak daerah pantai benar-benar dikekang oleh pemerintah sendiri. Padahal kedua lembaga itu hadir jauh sebelum pemerintah ada.

Siswa SDN Kokonao terpaksa duduk di lantai
Siswa SDN Kokonao terpaksa duduk di lantai

“Pemerintah malah menciptakan dikotomi antara pendidikan negeri dan swasta. Porsi pendanaan pendidikan swasta dikurangi, malah guru-guru PNS ditarik dan menumpuk di sekolah negeri. Padahal pemerintah tahu yayasan swasta hadir jauh sebelum pemerintah ada. Kebijakan seperti ini jelas sarat sentimen pribadi dan sudah saatnya bupati turun tangan, bupati jangan biarkan siapapun menghancurkan pendidikan Mimika,” tegas Leo.

Dikatakan, semboyan pendidikan tut wuri handayani dan falsafah pendidikan dihancurkan oleh dinas Pendidikan sendiri.

“Kita mau harapkan apalagi dengan kondisi ini. Kokonao gambaran wajah pendidikan Mimika tertua bahkan di Papua karena banyak putra asli Mimika yang sukses dari tempat ini, tapi sekarang kondisinya memprihatinkan, lalu apalagi yang mesti kita banggakan?” tukasnya.

Menurut dia, indikator IPM pendidikan Mimika naik patut dipertanyakan sebab realitas yang terjadi justru pendidikan di pesisir, pedalaman dan pegunungan tidak diperhatikan.