Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Kasus Stunting di Mimika Belum Turun, Tahun Ini Dinkes Tetap Fokus di Dua Distrik

Marselino Mameyau
Marselino MameyauFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca5 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Memasuki pertengahan tahun 2021 kasus stunting (anak kerdil) yang sudah setahun ini ditangani petugas belum juga turun. Terkait hal itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika masih fokus penanganan pada dua distrik.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Marselino Mameyau kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (10/5) menuturkan dua distrik itu yakni Distrik Mimika Timur Jauh dan Distrik Wania.

Satu Penderita Stunting Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan, Malaria Hantui Warga Distrik Mimika Timur Jauh(Opens in a new browser tab)

Untuk Distrik Mimika Timur Jauh di kampung Fanamo dan Omawita sedangkan Distrik Wania di Kampung Nawaripi dan Mawokau Jaya.

"Anak terpapar stunting saat ini sedang dalam menanganan petugas Puskesmas Wania dan Puskesmas Mimika Timur Jauh. Sampai saat ini belum ada laporan menonjol dari puskesemas yang bersangkutan," kata Marselino.

Menurut dia, sejauh ini belum ada laporan kasus baru soal stunting dari puskesmas yang ada di pantai, pegunungan, dan pedalaman.

Namun pihaknya selalu waspada dan mengingatkan petugas puskesmas harus tetap waspada, tanggap dengan kejadian dan laporan dari masyarakat.

Belum Ada Gebrakan dari Pemda Mimika, Padahal Ada 23 Anak di Wania Terdeteksi Stunting(Opens in a new browser tab)

"Petugas puskesmas diharapkan rutin turun ke kampung-kampung untuk melakukan pelayanan pengobatan sekaligus mencaritahu jangan-jangan ada kasus baru yang ada di masyarakat. Untuk wilayah pesisir misalnya bisa saja ada stunting, malaria, TB, kusta dan kaki gajah. Pegunungan misalnya ada ISPA dan TB serta jenis penyakit lain," katanya.

Dijelaskan kebutuhan obat di instalasi farmasi Mimika mencukupi pada tiap- tiap puskesmas yang ada di Mimika.(mar)