Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Tiga Bulan Terakhir Wabah Malaria di Timika Meningkat Tajam, Simak Penyebabnya

Marselino Mameyao
Marselino MameyaoFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Kasus Malaria di Kabupaten Mimika dalam tiga bulan terakhir mengalami lonjakan yang cukup tinggi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Marsel Mameyao saat ditemui fajarpapua.com, awal pekan ini.

"Ya ini untuk malaria dalam tiga bulan ini naik kasusnya. Kami belum tahu pasti di Puskesmas mana yang mengalami lonjakan paling tinggi, tetapi angka yang kita dapat berasal dari beberapa catatan di lingkup Puskesmas kota," ujarnya.

Marsel Mameyao mengakui melonjaknya kasus malaria di Mimika, salah satu penyebabnya adalah tidak tertibnya masyarakat terutama penderita dalam meminum obat yang telah diberikan.

"Ini yang harus diperhatikan supaya dapat menekan kasus malaria yang ada di Kabupaten Mimika ini," tutupnya.

Rendahnya Kesadaran Warga

Tingginya angka kasus malaria juga disampaikan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menghadiri Peringatan Hari Malaria, Rabu pekan lalu yang digelar di Puskesmas Mapurujaya, Distrik Mimika Timur.

Wabup JR mengajak semua komponen di daerah itu untuk bersama-sama memerangi kasus malaria yang hingga kini masih menjadi penyakit dominan yang dialami warga setempat.

"Semua yang terlibat dalam program Malaria Center harus pro aktif. Kita harus membagi tugas dan harus bersinergi untuk mengatasi kasus malaria di Mimika, kita memerlukan kerja sama," kata Wabup JR.

Mantan Kepala Dishubkominfo Mimika itu menegaskan semua pihak bertanggung jawab untuk menurunkan dan melakukan eliminasi kasus malaria dari Mimika secepatnya.

"Untuk memberantas malaria bukan hanya urusan dinas kesehatan saja tetapi harus ada keterlibatan OPD lain seperti penanganan masalah kebersihan, sampah, selokan dan drainase yang tersumbat, itu bukan tugas Dinas Kesehatan, tapi dinas-dinas yang lain," ujarnya.

Dikatakan Wabup JR, Kabupaten Mimika mencanangkan eliminasi dari kasus malaria pada 2026 atau empat tahun dari target nasional yaitu pada 2030.

Namun upaya ke arah itu masih jauh dari harapan lantaran Mimika kini menyumbang 30 persen dari kasus malaria di Indonesia dengan angka Annual Parasite Incidence (API) per tahun mencapai lebih dari 300 kasus.

"Masih tingginya angka kasus malaria di Mimika, salah satunya dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat kepatuhan untuk meminum obat secara teratur sesuai anjuran petugas medis, " ujar  Wabup JR. (feb)