Timika, fajarpapua.com - Jenazah Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal, rencananya akan dikuburkan di Makam Keluarga yang terletak di Jalan Cenderawasih, Kampung Karang Senang TSM, Distrik Kuala Kencana.
Seperti diketahui waktu dan tempat pemakaman diputuskan berdasarkan permintaan dari pihak keluarga.
Dengan demikian, almarhum Wagub Klemen Tinal dipastikan akan dimakamkan di pemakaman keluarga samping kubur kedua orang tua almarhum yang meninggal beberapa tahun silam.
Seperti yang disaksikan fajarpapua.com, Sabtu (22/5) sore, terlihat sejumlah pekerja sedang mempersiapkan lokasi pemakaman.
Sejumlah alat berat dan truk pengangkut material melakukan penimbunan di lokasi pemakaman yang berada di samping Kompleks Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika SP 3.
Bahkan untuk menyelesaikan persiapan lokasi pemakaman, petugas terus berupaya hingga malam hari ini termasuk pemasangan tenda baik untuk undangan maupun keluarga.
Karena cuaca hujan dan pencahayaan di lokasi yang kurang, petugas terpaksa mendatangkan lampu sorot untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Target kami selesai malam ini, kita sudah memasang lampu sorot. Mudah-mudahan selesai sesuai target," ujar salahsatu petugas yang ditunjuk untuk menyiapkan lokasi.
Meninggal Karena Jantung
Penyebab meninggalnya Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal pada Jumat (21/5) pagi sekira pukul 03.43 WIB di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta dipastikan karena sakit jantung yang dideritanya.
Hal ini diungkapkan putri Klemen Tinal, Lidia Natalia Tinal yang menyebut sang ayah meninggal dunia karena mengalami sakit jantung.
Bahkan jantung almarhum sudah dipasang ring untuk dapat tetap bertahan.
"Sudah punya riwayat penyakit jantung koroner berapa kali, beberapa tahun lalu sudah sempet pasang ring, kita di Singapura pasang beberapa ring," tutur Lidia Natalia Tinal kepada awak media.
Kondisi sang ayah, lanjutnya, sempat menurun pada April lalu karena kesehatan jantungnya kembali kambuh, namun pada saat itu masih dapat tertolong.
Tak hanya itu, kata Lidia, ayahnya juga menderita penyakit kolesterol, serta diabetes militus yang membuat kesehatannya sempat tidak stabil.
Sebenarnya sang ayah ingin melakukan tindakan operasi baypass Jantung, namun urung dilakukan karena kondisinya yang belum membaik.
"Dokter sarankan bapak harus jalankan operasi bypass buat jantungnya, tapi itu tidak bisa dilakukan kalau kondisi bapak belum stabil, jadi semua harus stabil mulai dari gula darah, kolesterol dan tanda vital lainnya," tuturnya.
Hingga pada akhirnya Jumat sekitar pukul 04.00 WIB Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta. (mas/anl)

