Timika,fajarpapua.com - Sejak beberapa tahun terakhir, Kabupaten Mimika menjadi salahsatu sentra peternakan ayam petelur di Papua.
Bahkan dengan produksi telur yang mencapai 11 ton perhari, peternak di Kabupaten Mimika selain mampu memenuhi kebutuhan di Timika juga telah mengirim ke beberapa kabupaten lain.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir Yosepine Sampelino kepada wartawan, Rabu (2/6) lalu.
Dengan produksi sebesar itu, dirinya yakin para peternak di daerah ini mampu memenuhi kebutuhan telur untuk PON XX Papua dan Pesparawi se-Tanah Papua.
"Timika jadi central penghasil telur, tiap bulan Mimika surplus telur. Bahkan untuk telur peternak dan pengusaha sudah mengirim telur lokal ke sejumlah daerah seperti Asmat, Puncak, Yahukimo, Mappi termasuk ke Merauke. Kalau hanya kebutuhan protein telur untuk dua ivent besar ini saya pikir cukup dan aman," terangnya.
Selain telur lanjut Sampelino, pihaknya juga yakin kebutuhan protein hewani lainnya pada saat perhelatan Akbar PON Papua 2021 dan Pesparawi XIII Papua di Timika pada Oktober hingga awal November mendatang juga cukup aman.
Untuk ayam beku ujarnya, setiap bulannya untuk kebutuhan di Timika, pengusaha mendatangkan dari luar mencapai lebih dari 400 ton. Sedangkan untuk daging sapi beku didatangkan antara 70-80 ton setiap bulannya.
"Saya pikir pengusaha daging sudah membaca pasar Timika dengan dua ivent besar ini. Mereka selalu siap dengan mendatangkan pasokan daging dalam jumlah banyak," terangnya (mar)

