Timika, fajarpapua.com - Bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Minggu (6/6), sebanyak 96 anak usia SD dan beberapa usia remaja menerima sakramen komuni kudus di Paroki St Stefanus Sempan, Timika, Papua.
Misa dimulai pukul 09.00 WIT, yang diawali perarakan dari pastoran paroki. Tampak ribuan umat menghadiri perayaan tersebut.
Pastor Paroki St Stefanus Pater Maximiliaus Dora OFM dalam kotbahnya mengemukakan ada sebuah pemahaman yang salah atau error personal tentang misa atau perayaan ekaristi.
"Ini kesalahan yang sangat fatal. Misalnya barangkali kita bertepuk tangan setelah kotbah yang bagus, paduan suara yang indah atau dekorasi yang bagus. Mereka suka ke gereja karena di sana mereka boleh menikmati suasana gereja yang menarik, seperti gerejanya indah atau kotbahnya bagus. Kalau pemahaman seperti ini, ini namanya eror personal, kesalahan yang fatal," ungkap Pastor Maxi.
Menurutnya, misa adalah pertama-tama tentang Tuhan, bukan tetang kita atau saya.
"Semuanya tentang Tuhan, kita datang mengikuti perayaan ekaristi atau misa untuk menyembah dan memuji kebesaran Tuhan, mengagungkan Tuhan dalam perayaan ekaristi," tuturnya.
Sehingga pada hari raya Tubuh dan Darah Kristus ini, pastor Maxi mengajak umat untuk hidup dalam Kristus itu sendiri.
"Saya mengajak anak-anak yang hari ini menyambut tubuh dan darah Kristus agar sepenuhnya hidup bersama Kristus," ajaknya.
Dikatakan, bangsa Israel terikat hubungan dengan Allah tidak didasarkan pada hubungan darah tetapi pada ketaatan dan pada kehendak Allah.
"Allah berjanji untuk menjadi pelindung dan kepala, menjadi penghalang bagi mereka baik dalam melawan musuh maupun dalam melawan sakit penyakit, baik dalam kesuksesan maupun dalam segala kegagalan, Allah telah dan tetap menyertai mereka yaitu bangsa Israel," ujarnya.
Salah satu tema yang paling menonjol dalam minggu ini yaitu kurban. Sebuah ungkapan perjanjian antara Allah dan umat Israel, pengesahan perjanjian semacam ini juga mengingatkan semua pada tindakan penebusan Kristus.
Sebab pada malam terakhir Yesus menggunakan ungkapan yang sama ketika mengambil cawan mengucap syukur lalu memberikan kepada para muridnya dan mereka semua meminum dari cawan yang sama, inilah darahKu darah perjanjian baru yang kekal yang ditumpahkan bagi banyak orang sebagai penebusan dosa.
Yesus memberikan diri sebagai korban penebusan untuk menyelamatkan manusia.
"Maka pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini sebenarnya bisa merayakan kasih Kristus yang tidak tertandingi dengan perayaan perayaan lain-lain yang bersifat duniawi," katanya.(boy)

