Soroti Hancurnya Gedung SD Negeri Aikawapuka, DPRD Mimika Desak Bupati Evaluasi Kadis Pendidikan

by -
20210612 144213
Dua kondisi yang sangat kontras, (bagian atas) kondisi gedung SD Negeri Aikawapuka yang terpaksa ditempati, (bagian bawah) gedung Dinas Pendidikan Mimika yang enggan ditempati dan memilih bangun baru.

Timika, fajarpapua.com – Rencana Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika membangun gedung baru, serta realitas adanya sekolah negeri di kampung-kampung pesisir dan pedalaman Mimika yang rusak tanpa perhatian, mendapat sorotan DPRD Mimika.

Elminus Mom selaku Ketua Komisi C DPRD Mimika kepada awak media, Jumat (11//6) meminta Bupati Mimika mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika terkait berbagai realitas yang terjadi dengan dunia pendidikan Mimika saat ini.

Tolok ukurnya, Kadis Pendidikan harus bisa menjelaskan sejauhmana Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekolah-sekolah di Mimika pada tahun 2020 dan 2021, bukan hanya sekolah dalam kota tapi juga sekolah pesisir dan pedalaman.

Inside single content

Selain itu, perlu ditanyakan alasan minimnya perhatian pada sekolah negeri, seperti hancurnya SD Negeri Aikawapuka, tidak adanya gedung sekolah siswa SD Negeri Kokonao, serta berbagai persoalan fasilitas di sekolah lain yang luput dari perhatian.

“Kita harus tahu IPK Mimika maju atau mundur, lalu IPM bagaimana. Katanya IPM Mimika meningkat, jangan-jangan tolok ukurnya sekolah dalam kota saja,” ujarnya.

Selain itu, kata Elminus, banyak fasilitas pendidikan seperti gedung sekolah yang rusak tanpa perhatian dari Dinas Pendidikan. Salah satunya SD Inpres Aikawapuka, SD Negeri Kokonao tanpa gedung dan murid duduk di lantai dalam ruangan guest house, serta sekolah lain yang rusak namun belum diperbaiki.

Selain itu soal guru, kata dia, ada sekolah pedalaman yang kadang ada guru dan kadang tidak. Hal lainnya, Dinas Pendidikan terkesan sentimen dengan sekolah swasta.

“Dinas Pendidikan mestinya memantau dan mengevaluasi guru yang bertugas di distrik pegunungan sana. Pejabat dinas dan staf harus ada program turun kampung yang ada sekolah apakah KBM jalan, fasilitas pendidikan menunjang atau tidak, guru-guru ada di sana atau tidak,” ujarnya.

Untuk itu Elminus mengusulkan kepada Bupati untuk mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan sekaligus mengevaluasi perkembangan pendidikan di Kabupaten Mimika secara menyeluruh. Meskipun ada pandemi covid namun jangan sampai pendidikan diterlantarkan.

“Daerah pedalaman rata-rata zona hijau jadi mestinya perhatian dinas lebih fokus ke sana. Untuk wilayah kota sekolah-sekolah sudah terapkan metode belajar online jadi bisa dari rumah saja. Dengan zona hijau wilayah pegunungan dan pesisir seharusnya perhatian pendidikan harus dicurahkan ke sana sepenuhnya,” tandasnya.

INFO IKLAN 0812-3406-8145