Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Mengungsi ke Timika, 1.000 Lebih Warga Puncak Tidak Diperhatikan Pemkab

Awen Magai
Awen MagaiFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Sekitar 1.000 lebih pengungsi asal Kabupaten Puncak saat ini berada di Timika tanpa perhatian dari Pemerintah Kabupaten Puncak.

Untuk itu Pemkab Puncak diharapkan dapat menginisiasi bantuan karena para pengungsi terpaksa menumpang dan membebani keluarga mereka di Timika.

Tokoh Pemuda dan Intelektual Kabupaten Puncak di Timika, Awen Magai kepada wartawan saat ditemui di Grand Tembaga Hotel, Jumat (18/6) mengatakan, sejak kasus penembakan terjadi di Puncak ada banyak warga yang mengungsi ke Timika dan juga ke beberapa kabupaten tetangga.

Bahkan, khusus di Timika sudah ada tim peduli kemanusiaan untuk Puncak.

Tim tersebut awalnya bertugas mendata jumlah pengungsi yang ada pada beberapa tempat di Timika.

Tim juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Mimika agar menerbitkan ijin aksi penggalangan dana bagi para pengungsi.

Selamat Jalan !, Penantian Panjang Berakhir, Pengungsi Tiga Kampung di Tembagapura Pulang(Opens in a new browser tab)

Awen menuturkan warga mulai mengungsi ketika situasi Puncak benar-benar memanas.

Sebagian dari mereka ada yang turun menggunakan penerbangan bahkan ada juga yang berjalan kaki melalui Tembagapura.

Naasnya, kata Awen, hingga saat ini belum ada utusan Pemkab Puncak yang datang melihat mereka di Timika.

"Di Timika kami tinggal di rumah- rumah keluarga dan untuk makan minum kami harus mencari," ujarnya.

Untuk itu Awen meminta Bupati Puncak, Wakil Bupati, Sekda dan kepala OPD agar datang bertemu dan melihat kondisi warganya yang ada di Timika.

Saat ini memang situasi dan kemanan Kabupaten Puncak masih bergejolak, dan peran Pemkab untuk memfasilitasi pertemuan dan pendekatan ke dua belah pihak demi menghentikan konflik bersenjata sangat dibutuhkan.

Ratusan Warga Intan Jaya Mengungsi ke Gereja, Bupati dan Kapolres Bantu Sembako(Opens in a new browser tab)

"Saya berharap bupati datang lihat rakyatnya yang saat ini membutuhkan pertolongan dan bantuan. Mereka hidup susah di pengungsian dan hanya pemerintah yang bisa bantu mereka," kata dia.

Soal jumlah warga yang mengungsi, demikian Awen, berdasarkan hasil pendataan tim peduli kemanusiaan untuk Puncak sebanyak 1000 lebih.

Jumlah yang banyak ini diharapkan tidak jadi beban keluarganya di Timika tapi harus ada solusi dari Pemkab Puncak.

Salah satunya dengan cara menyelesaikan kekerasan bersenjata sehingga warga bisa kembali ke kampung halaman mereka dengan aman dan damai.(mar)