Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Aksi Biadab di Timika !!! Selain Menggilas Tangan Korban Dengan Motor, Pelaku Juga Mencabuti Kuku Markus

Korban
KorbanFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Ada fakta mengerikan yang terungkap dari kasus penganiayaan yang menimpa Markus Ananias Kecuwai pada Kamis (17/6) di Jalan Ahmad Yani, sekitar Bundaran Check Point Mile 21.

Bagaimana tidak mengerikan, MLB beserta tiga temannya yang hingga kini masih buron ternyata menganiaya korban yang masih temannya secara biadab.

Dimana, selain memukuli korban hingga tidak berdaya, para pelaku juga diduga menggilas tangan korban menggunakan sepeda motor.

Tidak sampai disitu saja, belum puas dengan tindakannya, para pelaku juga diketahui mencabut kuku tangan korban.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto saat dikonfirmasi fajarpapua.com, di ruang kerjanya, Senin (21/6).

Berdasar laporan L lanjutnya, korban adalah warga Jalan Swadaya, Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru.

Korban yang bernama Markus Ananias Kecuwai, dianiaya oleh empat pelaku di Jalan Ahmad Yani Bundaran Check Point Mile 21 sekitar pukul 05.00 WIT, Kamis (17/6).

Dari keterangan sementara, lanjut Kasatreskrim, pelaku berinisial WLB bersama 3 temannya menghampiri korban yang sedang mengendarai motor.

"Korban berencana pulang ke rumah namun keempat pelaku langsung memukul korban di belakang kepala sebanyak dua kali dan pundak kiri sehingga terjatuh dari motornya," urai Kasatreskrim.

Diduga karena dendam dan merasa belum puas, para pelaku kemudian menginjak tangan kanan korban dengan motor.

"Para pelaku mencabut kuku telunjuk korban yang mengakibatkan korban mengalami luka parah dan kesakitan," katanya.

Menurut Kasatreskrim, antara korban dan pelaku diduga memiliki hubungan pertemanan sebagai nelayan pencari karaka, namun belum diketahui latar belakang penyebab terjadinya penganiayaan tersebut.

"Polisi sudah mengantongi identitas salah satu pelaku, sedangkan pelaku lainnya belum diketahui," tutupnya. (rul)