Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Sasarari Ajak Calon Pegawai Negeri Sipil Tepis Isu PNS Pemalas dan Bermental Buruk

Pembukaan Pelatihan dasar CPNS di gedung Tongkonan Timika
Pembukaan Pelatihan dasar CPNS di gedung Tongkonan TimikaFoto / MIMIKA
Redaksi2 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang mengikuti Pelatihan Dasar CPNS Kabupaten Mimika diajak untuk menepis beberapa isu dan opini yang bernada miring yang berkembang di masyarakat.

Isu miring tersebut terutama mengenai kinerja pegawai negeri sipil, kualifikasi aparatur yang belum sesuai dengan kebutuhan, pelayanan publik yang kurang optimal, kinerja dan disiplin pegawai yang rendah (malas) serta pegawai yang bermental buruk.

Hal itu diungkapkan Asisten I Setda Mimika, Yulianus Sasarari saat membuka pelatihan dasar CPNS di Gedung Tongkonan.

Dikatakan, pelatihan dasar merupakan syarat bagi CPNS dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS.

Sasarari juga mengungkapkan, dengan pelatihan diharapkan dapat menumbuhkan karakter sebagai PNS yang dapat melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat.

"Perlu disadari untuk menumbuhkan pemerintahan yang baik diperlukan sumber daya manusia aparatur yang profesional, bertanggung jawab serta dapat menjadi teladan bagi masyarakat," ujarnya.

Untuk itu lanjutnya, setiap ASN harus memiliki karakteristik yang adaptif, berintegritas, bersih dan berwibawa serta bebas KKN

"Setiap pegawai negeri sipil harus memahami dan mengerti serta dapat melaksanakan dan tugas tanggung jawab serta kewajiban sebagai ASN" katanya

Terkait isu dan opini yang bernada miring yang berkembang di masyarakat terhadap kinerja pegawai negeri sipil, Sasarari menegaskan, seluruh PNS harus menepis dengan kinerja.

"Isu tersebut harus kita jawab dan kita respon, dengan mewujudkan aparatur pemerintah yang bermoral, berperilaku baik, jujur dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas serta memiliki sikap untuk dapat melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan," paparnya.

Ditegaskan, untuk menghadapi paradigma baru pemerintahan dalam era reformasi, perlu adanya upaya dalam menyiasati tuntutan perubahan struktur maupun kultur didalam tubuh PNS.

Untuk itu pemerintah daerah selalu berupaya meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam pengembangan sumber daya aparatur melalui pendidikan dan pelatihan.

"Saya berharap kepada narasumber dan widyaiswara dapat menularkan ilmu serta memberikan bimbingan secara maksimal kepada peserta pelatihan dasar," ujarnya.

Kepada peserta pelatihan dasar Sasarari meminta agar bersungguh-sungguh dalam mengikuti seluruh proses kegiatan dengan baik. (feb)