Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

PTFI Gelar Vaksinasi Massal Target 600 Perhari, Kadinkes Sebut Manfaat Vaksin Pertama dan Kedua

Vaksin massal karyawan, keluarga PTFI dan masyarakat umum di Kuala Kencana
Vaksin massal karyawan, keluarga PTFI dan masyarakat umum di Kuala KencanaFoto / MIMIKA
Redaksi3 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Mendukung program vaksinasi Covid-19, PT. Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar kegiatan vaksinasi massal yang diikuti karyawan dan keluarga besar PTFI serta masyarakat umum.

Giat vaksinasi massal ini dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra dan Government Relation PT. Freeport Jonny Lingga didampingi Kapolsek Kuala Kenana, Iptu Sera, di dua tempat yaitu Gedung Serba Guna dan RW A Kuala Kencana, Kabupaten Mimika.

Government Relation PTFI, Jonny Lingga menerangkan program vaksinasi ini dicanangkan Presiden RI Joko Widodo dari pusat hingga kabupaten. Sehingga atas inisiatif dan ide Kepala Dinas Kesehatan Mimika berkoordinasi dengan PTFI untuk menggelar vaksinasi di Kuala Kencana.

"Ini kesempatan yang luar biasa bagi warga Kuala Kencana, karyawan PTFI patut bersyukur karena diberi kesempatan. Saya lihat sangat antusias, jumlah pendaftarnya cukup banyak," kata Jonny.

Dikatakan, program vaksinasi massal ini akan dilaksanakan selama 4 hari yakni Jumat, Sabtu, Senin dan Selasa. Setiap hari ditargetkan per pos sebanyak 300 vaksin sehingga fotal target per harinya sebanyak 600 vaksin.

"Rencananya kalau kurang ditambah lagi. Jadi jangan khawatir bagi yang sudah mendaftar atau belum yang penting KTP dan usianya lulus screaning bisa divaksin, diprioritaskan pendaftaran online," ucap Jonny.

Dijelaskan, orang yang sudah divaksin tidak berarti sudah bebas Covid-19. Dia menghimbau setelah menerima vaksin tetap mematuhi protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M).

Hal ini juga ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra.

Dalam penyampaiannya, Reynold mengatakan vaksinasi merupakan peluang bagi warga untuk melindungi diri dari Covid-19. Namun meskipun setelah divaksin tetap memiliki peluang untuk terpapar. Sehingga dia berharap setelah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Dua syarat kita melindungi diri dari Covid-19 yang pertama kita patuhi prokes, yang kedua kita ikut vaksin. Kita memiliki peluang untuk terpapar dan juga memiliki peluang untuk melindungi diri," ucap Reynold.

Dia mengatakan ada dua dosis vaksin. Dari kedua dosis itu, vaksin dosis pertama bisa menurunkan angka kesakitan. Apabila sudah vaksin pertama saat terpapar kemungkinan besar hanya mengalami gejala ringan, dalam arti mengurangi tingkat kesakitan dan juga jauh dari kematian, bahkan dapat mengurangi indeks angka positif Covid-19 di Kabupaten Mimika.

"Hari ini pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro dan ada juga yang PPKM darurat di beberapa daerah sudah ditetapkan levelnya. Kita di Timika semua wilayah hampir sebagian besar wilayah orange dan merah. Oleh karena itu vaksin ini berarti kita dalam langkah-langkah selanjutnya," jelasnya.

Sementara untuk vaksin dosis kedua, demi menciptakan kekebalan imunitas penerima.

"Ini jauh lebih baik dari vaksin dosis pertama, kekebalan imun kita dapat terhindar dari terpapar Covid-19," ujarnya.

"Semoga nanti dapat menyampaikan ke keluarga ataupun teman-teman lain untuk vaksin pendaftaran secara onlie melalui website vaksinasimimika.com. Semua warga negara khususnya di Timika memiliki hak untuk dilayani vaksinasi secara gratis," kata Reynold. (rul)