Lewati ke konten utama
Breaking
Fajar Papua

Indisipliner ! Boaz Solossa dan Tinus Pae Akhirnya Resmi Didepak Manajemen Persipura

Postingan instagram Persipura
Postingan instagram PersipuraFoto / MIMIKA
Redaksi6 menit baca0 kali dibaca

Timika, fajarpapua.com - Persipura Jayapura akhirnys resmi mendepak dua pemain seniornya, Boaz Solossa dan Yustinus Pae yang menghilang sejak pemusatan latihan di Malang. Kedua pemain ini terpaksa didepak manajemen karena kasus indisipliner yang dilakukan berulang.

"Dengan sangat berat, kami memutuskan untuk melepas Boaz Solossa dan Pae," kata Ketua Persipura, Benhur Tomi Mano (BTM) dalam rilisnya di akun Instagram klub, @persipurapapua1963.

Dalam rilis tersebut, BTM menegaskan bahwa tidak terdapat permasalahan yang bersifat personal dalam keputusan mendepak kedua pemain senior Persipura tersebut.

"Pertama saya mau sampaikan bahwa, secara pribadi lepas pribadi kami tidak punya masalah apapun dengan Bochi maupun Tipa, mereka adalah anak-anak kami dan adik-adik kami, ini murni kebijakan Manajemen dan masukan para Pelatih, atas pelanggaran atau tindakan indisipliner," jelasnya.

Pihak manajemen lanjut BTM sebenarnya ingin membahas hal ini pada pertemuan Selasa (6)7) hari ini namun karena semakin liarnya isu yang menyudutkan manajemen, akhirnya keputusan diambil lebih cepat.

"Sebenarnya kami rencanakan meeting hari Selasa, tetapi isu yang beredar makin melebar dan dipenuhi tuduhan-tuduhan tanpa dasar kepada manajemen, oleh karena itu kami berusaha percepat malam ini untuk penjelasan dan keputusan manajemen," tegasnya.

Untuk meredam liarnya isu yang berkembang, keputusan pendepakan kedua pemain tersebut juga diumumkan kepada publik.

"Kami juga putuskan untuk menyampaikan penjelasan dan keputusan ini ke publik karena sudah begitu banyak isu dan tuduhan yang berkembang di sosial media padahal manajemen belum bicara apapun," lanjutnya.

BTM juga menyangkal tudingan yang menyatakan keputusan dalam Manajemen Persipura diambil oleh pihak-pihak tertentu tanpa melibatkan komponen lainnya didalam tim.

"Tidak ada satupun keputusan Manajemen yang diambil hanya berdasarkan pemikiran satu atau dua orang saja, apalagi untuk kasus sebesar ini, kami sangat berhati – hati, keputusan kami memulangkan Bochi dan Tipa, adalah keputusan seluruh Manajemen dan masukan dari berbagai pihak yang terlibat langsung didalam tim, dan waktu itu kami meminta Manejer, Direktur Utama dan Pelatih untuk sampaikan keputusan itu kepada mereka berdua di Hotel Kartika Chandra Jakarta," urainya.

Terkait dengan dirinya yang enggan menjawab pertanyaan media tentang keberadaan dan posisi kedua pemain pasca dipulangkan ke Papua,. BTM menegaskan hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal.

"Kenapa saya menjawab tidak tahu soal itu saat ditanya wartawan, karena Manajemen juga sudah sepakat untuk tidak mengumbar hal ini ke media, banyak yang jadi pertimbangan kami saat itu, salah satunya status Bochi yang juga sebagai Duta PON, dan saat itu sedang ramai polemik terkait Icon PON, kami khawatir ada dampak lain kalau ini tersebar di media, sesungguhnya kami tidak mau publik mengetahui hal ini, karena ini bukan hal yang positif, kami tetap berusaha jaga nama baik mereka sebagai seorang profesional, biarlah ini menjadi konsumsi internal kami saja, kami hargai mereka berdua sebagai bagian penting dari sejarah dan prestasi tim ini," katanya.

Sementara soal tindakan indisipliner yang menjadi dasar keputusan pendepakan kedua pemain, karena hal itu telah dilakukan secara berulang-ulang.

"Ya benar, para pemain atau ofisial yang berada dan pernah berada di tim ini pasti tahu itu, silahkan tanyakan saja kalau kami dianggap berbohong, hampir setiap tahun hal ini terjadi, berlangsung terus menerus, dan kami selalu sabar serta mentolerir pelanggaran mereka itu, apakah kami tidak hargai mereka ? kami terlalu sayang, terlalu hormat, dan terlalu menghargai mereka, sampai kami rela disindir oleh pihak lain karena dianggap ‘terlalu lemah’ sama mereka, tetapi kami tetap sabar dan itu karena kami hormati mereka, kami terus menunggu mereka berubah, banyak pemain muda kita yang jadikan mereka sebagai contoh, tapi hal itu terus berlanjut tidak ada perubahan, hanya karena rasa hormat dan begitu hargai mereka, kami sabar, sabar dan sabar, Tuhan Yang Maha Tahu segalanya, tetapi untuk kali ini bagi kami sudah kelewatan," urai BTM.

Secara rinci dalam rilisnya BTM menyampaikan kronologis Indisipliner yang dilakukan oleh kedua pemain tersebut yang dinilai membuat Manajemen Persipura kecewa.

"Dimulai dari kejadian di Kediri waktu pencoretan salah satu pemain muda dan sanksi kepada 2 pemain muda lainnya, saat itu Tim Pelatih memanggil 4 pemain senior (Boaz, Tinus, Ian, Ricardo) dan meminta tanggapan mereka terkait hal indisipliner tersebut, mereka berempat sepakat untuk sanksi atas pelanggaran indisipliner, sayangnya baru beberapa hari kemudian mereka melakukan pelanggaran yang sama, bahkan sampai saat ujicoba melawan Persita, hal itu terjadi, ini yang membuat kami sangat kecewa, baru saja kita coret pemain karena indisipliner, tiba-tiba mereka lakukan, apa maksudnya? tanya BTM.

Ditegaskan tindakan yang dilakukan kedua pemain itu seperti menampar muka pengurus dan dinilai tidak menghargai manajemen.

"Ini seperti menampar muka kami, manajemen seperti tidak dihargai sama sekali, dan hal lain yang kagetkan kami adalah selama ini rupanya ada upaya untuk mengajak pemain lain untuk terlibat, kan bisa mengganggu kondisi tim, ini juga sangat kita sayangkan," lanjutnya.

Sedangkan mengenai, tudingan yang menilai bahwa manajemen sengaja menggantung nasib Boaz dan Tinus, BTM juga menyanggah hal itu.

"Sami sama sekali tidak berpikir untuk menggantung atau apapun namanya, apa untungnya buat kami bila lakukan hal itu ? Tidak ada untungnya sama sekali, jadi tidak benar,  kami baru bisa mengambil keputusan saat seluruh manajemen ada dalam rapat, karena semua harus berikan masukan dan pertimbangan, dan kami juga harus mendengarkan dan mengumpulkan masukan saran lain, sayangnya rapat belum kami lakukan ternyata kami sudah disudutkan dan dituduh macam-macam di sosial media, oleh karena itu kami putuskan untuk perlu menjelaskan dasar dan alasan dari kebijakan yang kami ambil, dan dengan sangat berat kami juga telah memutuskan untuk melepas kedua pemain, Bochi dan Tipa," tegasnya.

Dalam rilis tersebut BTM menyampaikan terima kasih kepada kedua pemain dan menegaskan tidak menutup kemungkinan kedepannya Persipura kembali bekerjasama dengan keduanya.

"Kami sangat hormati dan hargai kalian berdua, dan terimakasih atas kebersamaan selama ini, tidak tertutup kemungkinan suatu saat Tuhan menyatukan kita kembali, kami doakan yang terbaik buat Bochi dan Tipa di klub yang baru," urainya.

BTM juga yakin, dengan kualitas yang dimiliki baik Boaz maupun Tinus akan mudah mendapatkan klub yang akan menampung mereka.

"Pemain dengan kualitas seperti mereka akan gampang dapatkan tempat, klub seperti kami justru akan kesulitan dapatkan pemain sekualitas mereka, tetapi ada yang harus kami jaga juga, yaitu tim ini, pelatih, pemain, official dan suasana harus kondusif, inilah yang harus kami tetapkan untuk kebaikan bersama," ujarnya.

Mengenai tuntutan adanya evaluasi terhadap kinerja jajaran manajemen, BTM yang berada didalam pengurusan sejak era Ketua Umum Persipura dipegang Manase Roberth Kambu menyatakan belum melihat alasan untuk melakukannya.

"Ada pendapat juga terkait evaluasi manajemen, apa yang mau kami evaluasi, kami yang paling memahami kinerja orang di manajemen, orang diluar tidak tahu apa-apa, tidak ada kesalahan atau pelanggaran yang terjadi di manajemen, kami selalu awasi dan arahkan manejemen, orang lain yang berbuat pelanggaran masa manajemen yang dievaluasi," jelasnya.

Dalam penutup rilisnya, BTM meminta masyarakat terutama para pendukung Persipura Jayapura untuk tidak termakan isu yang tidak jelas serta menyarankan untuk menggali informasi dari sumber yang tepat.

"Saran saya, perlu mendapatkan informasi akurat dari berbagai sumber sebelum menjustifikasi sesuatu, jangan mudah terpengaruh dengan pembentukan opini, terimakasih," tutup BTM. (mas)