Varian Delta Sudah Masuk, Sehari 3 Warga Timika Meninggal, Total 19 Korban Jiwa, Mimika Masuki Fase Kritis

by -
Reynold Ubra
Reynold Ubra

Timika, fajarpapua.com – Varian Delta, salah satu varian Covid-19 yang dikenal ganas dan mematikan dipastikan sudah masuk Timika.
Hal itu diketahui setelah pekan lalu Kementerian Kesehatan RI memeriksa 20 sequence spesimen covid 19 asal Papua. Hasilnya, 10 diantaranya diketahui Covid-19 varian delta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra ketika dikonfirmasi fajarpapua.com, Senin (19/7) mengemukakan, kondisi covid-19 di Kabupaten Mimika sangat mengancam keselamatan warga.

Dikatakan, sejak 1 Juli 2021 hingga 19 Juli 2021 sudah 19 warga Mimika meninggal dunia akibat terserang covid-19.

Bahkan dua rumah sakit, RSUD dan RSMM Timika mulai kewalahan menangani membludaknya pasien virus asal Wuhan itu.

“Mimika masuki fase kritis minggu ini sampai minggu depan. Pasien melonjak, yang masuk kebanyakan kondisi berat dan kritis,” ungkapnya.

Reynold menyatakan, dalam beberapa hari terakhir dalam sehari rata-rata 3 pasien covid meninggal dunia. Kondisi itu semakin mengkhawatirkan mengingat saat ini 37 pasien kondisi sedang dan berat, serta banyaknya pasien isolasi mandiri.

“Penerapan PPKM mikro jangan disalahartikan. Harap masyarakat jangan masuk keramaian. Timika punya peluang untuk hentikan wabah ini asal masyarakat patuh,” tandasnya.

Menurut dia, sinyal varian delta sudah masuk Timika setelah hasil pemeriksaan pasien di RSMM hampir semua spesimen positif covid-19. Kondisi itu menandai salah satu karakter varian delta yang penularannya sangat cepat.

“Jumlah pelaku perjalanan yang positif bertambah. Isoman yang punya gejala ringan bertambah banyak. Memang kondisi sekarang masih terkontrol. Sumber dan pola penyebarannya kami tahu. Hanya kami minta partisipasi aktif warga menghentikan wabah ini,” tekannya.

Ia mengemukakan, pihaknya menginginkan adanya lockdown total selama 14 hari untuk menghentikan wabah ini. Namun Satgas Covid masih mempertimbangkan ekonomi warga.

“Makanya sekarang kami percepat vaksinasi, dengan vaksinasi tingkat keparahan dan penularan dapat ditekan. Rata-rata yang meninggal adanya komorbid atau belum divaksin,” pungkas Reynold.

INFO IKLAN 0812-3406-8145 A valid URL was not provided.