Papua Bakal Lockdwon, Pemerintah Diminta Publikasikan Bantuan Anggaran Secara Terbuka

by -
Ketua KIP Papua, Wilhelmus Pigai (kanan) bersama Philips Gobang, staf ahli Menkominfo RI dalam acara Bimtek Kelompok Kerja Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) di Makasar Ujung Pandang
Ketua KIP Papua, Wilhelmus Pigai (kanan) bersama Philips Gobang, staf ahli Menkominfo RI dalam acara Bimtek Kelompok Kerja Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) di Makasar Ujung Pandang

Timika, fajarpapua.com – Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Papua, Wilhelmus Pigai meminta Pemerintah Provinsi Papua bekerjasama dengan sejumlah pihak termasuk media massa dalam mempublikasikan program vaksinasi, bantuan anggaran dan lainnya.

Permintaan itu disampaikan Pigai menyusul rencana Pemprov Papua yang akan menutup akses pintu masuk ke Papua, baik lewat udara dan laut selama 28 hari, terhitung tanggal 1-28 Agustus 2021.

Dalam rilis yang diterima fajarpapua.com, Kamis (22/7), KIPP Papua menyatakan sejumlah hal terkait program tersebut.

Pertama, mendukung langkah cepat pemerintah Provinsi Papua menutup akses pintu masuk udara maupun laut selama 28 hari dalam rangka menekan angka penularan virus COVID-19 yang sangat signifikan di Papua saat ini.

Kedua, kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-tanah Papua, untuk menyediakan akses informasi publik yang memadai sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Ketiga, informasi pelaksanaan vaksinasi di Papua, baik tempat dan waktunya dapat dipublikasi melalui berbagai media (media online dan cetak) setiap saat kepada publik di tanah Papua, termasuk informasi terkait bantuan-bantuan anggaran, maupun non anggaran secara terbuka kepada publik di Papua.

BACA JUGA:  Panglima TNI Bantu Tabung Oksigen dan Alkes ke Papua

Keempat, melibatkan stakeholders Papua, yakni lembaga agama, pers, dan pemuda, bahkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan sosialisasi penanganan vaksinasi virus COVID-19.

“Harapan kami, hak memperoleh informasi publik terkait penanganan virus COVID-19 dapat terlayani dan tersampaikan secara baik dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat di tanah Papua,” harap Pigai.

Sementara kepada masyarakat di tanah Papua dia meminta hindari informasi-informasi hoaks yang menyesatkan, khususnya terkait pelaksanaan vaksinasi virus COVID-19.

Kami mengajak ikut vaksinasi dan mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah, tapi juga tetap menjaga diri dengan menjalankan protokol kesehatan. Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga Papua dari virus COVID-19,” ajaknya.(red)

INFO IKLAN 0812-3406-8145 banner 300250