BERITA UTAMAMIMIKA

41 Anak Korban “Broken Home” Ditampung di Panti Asuhan Santa Susana Timika

pngtree vector tick icon png image 1025736
18
×

41 Anak Korban “Broken Home” Ditampung di Panti Asuhan Santa Susana Timika

Share this article
Suster Yulita Pr bersama anak-anak panti asuhan.
Suster Yulita Pr bersama anak-anak panti asuhan.

Timika, fajarpapua.com – Panti Asuhan Santa Susana yang dikelolah Yayasan Peduli Kasih Mimika yang terletak di Jalan Budi Utomo Ujung, Kelurahan Kamoro Jaya saat ini menampung 41 anak.

Ke 41 anak yang diasuh di panti asuhan binaan Komunitas Sahabat Mgr Gabriel Manek Timika merupakan korban keretakan rumah tangga orang tua mereka atau Broken Home.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Kepala panti asuhan, Magdalena Ema Nunang kepada fajarpapua.com, mengatakan pendirian panti asuhan tersebut dilakukan karena kepedulian terhadap anak-anak yang seringkali menjadi korban dari ulah perbuatan orangtua mereka.

“Setiap permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangga, anak-anak yang selalu menjadi korban dan tak jarang mereka tidak terurus. Ini yang menjadi fokus layanan kita, sebagaimana visi kami ada bersama mereka untuk mendampingi, membimbing, dan membentuk karakter menjadi pribadi yang menjunjung tinggi nilai moralitas Katolik, memiliki intelektual berkualitas dan disiplin sehingga dapat menjadi pribadi yang takut akan Tuhan dan bisa mengasihi sesama,” jelasnya.

Dikatakan, setiap hari para pembina selalu membimbing penghuni panti asuhan untuk belajar dan bermain serta mengajarkan nilai-nilai kehidupan sejak awal untuk membentuk karakter sebagaimana Kristus yang penuh dengan kasih.

Menurutnya, pintu panti asuhan terbuka untuk siapa saja terutama anak-anak yang menjadi korban broken home atau siapa pun yang ingin menitipkan anak-anak mereka.

“Persyaratan lainnya yakni kami hanya menerima anak dengan batas umur maksimal 5 tahun, dan setelah lewat 5 tahun, akan diarahkan ke Asrama Solis Populi untuk pembinaan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain itu meski berada dibawah yayasan yang berbasis ajaran Katholik, pihak panti asuhan juga terbuka bagi siapapun untuk menjadi donatur.

Bahkan salah seorang dermawan yang menjadi donatur setia sejak yayasan berdiri pada Juni 2018 lalu itu adalah seorang muslim.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua donatur dan juga para warga gereja yang kadang datang membawa donasi,” tutupnya. (feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *