BERITA UTAMAMIMIKA

Seorang Petani di Mimika Timur Meninggal Dunia Usai Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Total 3 Korban

cropped cnthijau.png
10
×

Seorang Petani di Mimika Timur Meninggal Dunia Usai Dinyatakan Sembuh dari Covid-19, Total 3 Korban

Share this article
Puskesmas Mimika Timur
Puskesmas Mimika Timur

Timika, fajarpapua.com – Tadi malam, Selasa (3/8), satu pasien Covid-19 terkonfirmasi meninggal dunia di Puskesmas Mimika Timur.

Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya
Klik Gambar Untuk Informasi Selanjutnya

Terhitung sudah 3 pasien Covid 19 yang meninggal di Puskesmas tersebut.

Kepala Puskesmas Mimika Timur, Onna Bunga SSi Apt saat ditemui fajarpapua.com mengatakan pasien yang baru saja meninggal atas nama Henrikus Mamiyau warga Kampung Tipuka Mapurujaya, Distrik Mimika Timur.

Henrikus merupakan pasien Covid-19 sejak tanggal 26 Juli 2021 dan dinyatakan meninggal karena memiliki penyakit komorbid.

“Sekarang kita masih koordinasi dengan Dinkes mau dikubur secara covid atau tidak,” katanya.

Dijelaskan Onna, sebelumnya terdapat dua pasien Covid-19 yang meninggal dunia karena memiliki penyakit komorbid, diantaranya Suryono warga Mimika Timur yang berprofesi sebagai nelayan.

“Nelayan juga bisa terpapar covid, ini buktinya bahwa covid itu bukan hanya orang kota saja yang kena, bahkan nelayan yang jauh dari kota bisa terpapar,” jelasnya.

Selanjutnya pasien bernama Dominggus Wai berprofesi sebagai petani juga meninggal akibat terpapar Covid 19. Berbeda dengan pasien lainnya, Dominggus meninggal setelah memenuhi persyaratan isolasi selama 14 hari.

Dominggus dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat di RSMM Timika, bahkan tidak ada keluarga yang mengetahuinya.

“Sudah isolasi, beberapa hari kemudian muncul gejala yang sama, dirawat di RSMM dinyatakan meninggal, kasihan waktu meninggal tidak ada keluarganya yang tahu,” paparnya.

Setelah itu Onna mengkonfirmasi Kepala Kampung untuk mencari tahu keberadaan keluarganya. Beruntung keluarga telah mengklaim sehingga Dominggus dimakamkan secara Covid-19.

“Kita tanyakan ke Kepala Kampung, ada keluarganya kemudian kita izin untuk dimakamkan secara Covid. Jadi rata-rata di Miktim ini pasien meninggal karena punya penyakit Komorbid,” pungkasnya. (rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *