Suara Pelepas Rindu dari Manasari, Signal Telepon di Dalam Gelas, Adanya Dekat Jendela Kaca Kelas II

by -
Kampung Manasari dan HP Nokia yang diletakkan dekat jendela kaca kelas II.
Kampung Manasari dan HP Nokia yang diletakkan dekat jendela kaca kelas II.

Laporan: Asan Kilok – kontributor fajarpapua.com dari Manasari

Handphone istri saya Athy, Senin (30/8) siang ini terus berdering. Nada dering lagu “Fire on Fire” dari Sam Smith mengalun merdu.

Rupanya salah satu temannya, Krisna dari Puskemas Manasari, Distrik Mimika Timur Jauh sedang menelepon.

“Halo Athy, dengan nada suara serak. Namun Athy mematikan panggilan.

Telepon kembali berdering, “Halo (tiba-tiba suara serak dan terdengar tidak jelas lagi)”. Krisna menelepon sebanyak lima kali, namun sayang hari ini signal sepertinya kurang berpihak, sulit untuk melakukan panggilan.

Athy akhirnya mengirim pesan singkat (SMS) kepadanya agar meng-SMS balik saja, soalnya signal saat ini kurang baik di Manasari.

Pesan singkatpun akhirnya nangkring di handphone Aty, ternyata Krisna hanya mau pesan untuk dibelikan sayur sawi, bayam, cabai, dan tahu.

Berbicara tentang signal di Manasari, pertama kali ditemukan pada tanggal 11 Oktober 2017 oleh saya sendiri saat sedang piket pagi di depan ruang kelas dua SD YPPK Manasari sekitar pukul 07.00 WIT.

Berita gembira ini saya sampaikan kepada kepala sekolah dan rekan guru yang lain. Maklum saat itu untuk menelepon, kami harus menempuh perjalanan yang cukup jauh ke Pantai Omauga. Sudah lelah, biaya yang dikeluarkan pun cukup banyak.

Penemuan signal tidak sertamerta membuat kami bisa menelepon, karena saya belum tahu cara untuk mematenkannya.

Beruntung ada Om Rius yang bekerja di Kampung Sehat, salah satu yayasan binaan YPMAK.

Ia punya pengalaman waktu di daerah gunung. Rius coba memasukan Handphone Nokia di dalam gelas, dan diletakkan di tempat saya temukan signal, dekat jendela.

Setting pengaturan panggilan manualpun dibuat. Dan akhirnya tanda Telkomsel muncul di dalam HP.

Rius kemudian coba menelepon istrinya di Timika kota dan ternyata berhasil. Informasi ini santer membuat heboh warga satu kampung.

Tidak sampai di Om Rius, penyempurnaan terus berlanjut. Ibu Vivin Sea selanjutnya menemukan titik signal yang lain di kaca jendela kelas dua.

Kaca itulah menjadi harta berharga (lebih penting dari emas) karena banyak membantu komunikasi masyarakat.

Guru-Guru, petugas kesehatan, pedagang (pengusaha), warga desa merupakan pelanggan tetap di kaca tersebut.

Hidup sudah tidak terisolasi lagi
Minimal informasi dunia luar kami tahu walau hanya pakai HP Nokia senter.

Puji Tuhan. Hanya saja, kadang signal mengalami gangguan jika ada hujan atau angin kencang.
Baru-baru ini ada survei dari Kominfo RI untuk pembangunan jaringan komunikasi di Manasari, namun hingga hari ini belum dieksekusi.

Semoga suatu hari nanti Manasari semakin maju. Biar kami tidak lagi menumpang nasib di dalam gelas. Karena sampai kini, suara rindu kami untuk Timika dan dunia luar hanya lewat kaca jendela itu, di kelas II.(*)

INFO IKLAN 0812-3406-8145
PESPARAWI XIII 2021 TANAH PAPUA | PAPUA BARAT JUGA IKUT SERTA DALAM PENYELENGGARAAN PESPARAWI XIII